Sekjen PDIP Tekankan Jaring Pengaman Sosial Harus Pro Wong Cilik
Senin, 20 Juli 2020 - 03:00 WIB
loading...
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan, kebijakan pemerintahan Jokowi-KH Maruf Amin dalam menerapkan Jaring Pengaman Sosial dalam menghadapi pandemi COVID-19 harus menekankan pada aspek keberpihakan atau prowong cilik. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan, kebijakan pemerintahan Jokowi-KH Ma'ruf Amin dalam menerapkan Jaring Pengaman Sosial dalam menghadapi pandemi COVID-19 harus menekankan pada aspek keberpihakan atau prowong cilik.
Menurutnya, semangat pembebasan dan keberpihakan kepada wong cilik sejalan dengan tema Kemerdekaan ke-75 Indonesia yang akan segera diperingati bersama. "Bicara Jaring Pengaman Sosial merupakan soal praktik pembumian ideologi Pancasila. Maka ideologi sebagai jiwa harus menggerakkan kita. Situasi sulit hanya bisa diatasi melalui gotong-royong dengan sesama anak bangsa kita," kata Hasto dalam webinar yang digelar Taruna Merah Putih (TMP) secara virtual, Minggu (19/7/2020) malam. Tema webinar itu adalah Percepatan Jaring Pengaman Sosial Menghadapi Pandemi COVID-19.
PDIP sendiri melaksanakan prinsip itu yang selalu digelorakan oleh Ketua Umum Megawati Seoakrnoputri. Seluruh kader harus selalu menggelorakan semangat pembebasan sebagai jalan ideologi yang selalu berpihak pada kaum miskin.(Baca juga: Panggil Saingan Gibran ke Istana, Jokowi Dinilai Salahgunakan Kekuasaan )
Pancasila dan konstitusi negara sekali pun memerintahkan yang sama. UUD 1945 menyatakan fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Pasal kelima Pancasila tentang keadilan sosial harus dijiwai oleh sila-sila lainnya.
Terkait tema Jaring Pengaman Sosial, karena Pancasila mengajarkan semangat pembebasan dan keberpihakan, maka Kementerian Sosial yang dipimpin Menteri Juliari Batubara hadir demi memastikan negara hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya lewat bantuan sosial, tapi melalui berbagai kebijakan yang mampu meningkatkan kemampuan rakyat menghadapi pandemi.
Menurutnya, semangat pembebasan dan keberpihakan kepada wong cilik sejalan dengan tema Kemerdekaan ke-75 Indonesia yang akan segera diperingati bersama. "Bicara Jaring Pengaman Sosial merupakan soal praktik pembumian ideologi Pancasila. Maka ideologi sebagai jiwa harus menggerakkan kita. Situasi sulit hanya bisa diatasi melalui gotong-royong dengan sesama anak bangsa kita," kata Hasto dalam webinar yang digelar Taruna Merah Putih (TMP) secara virtual, Minggu (19/7/2020) malam. Tema webinar itu adalah Percepatan Jaring Pengaman Sosial Menghadapi Pandemi COVID-19.
PDIP sendiri melaksanakan prinsip itu yang selalu digelorakan oleh Ketua Umum Megawati Seoakrnoputri. Seluruh kader harus selalu menggelorakan semangat pembebasan sebagai jalan ideologi yang selalu berpihak pada kaum miskin.(Baca juga: Panggil Saingan Gibran ke Istana, Jokowi Dinilai Salahgunakan Kekuasaan )
Pancasila dan konstitusi negara sekali pun memerintahkan yang sama. UUD 1945 menyatakan fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Pasal kelima Pancasila tentang keadilan sosial harus dijiwai oleh sila-sila lainnya.
Terkait tema Jaring Pengaman Sosial, karena Pancasila mengajarkan semangat pembebasan dan keberpihakan, maka Kementerian Sosial yang dipimpin Menteri Juliari Batubara hadir demi memastikan negara hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya lewat bantuan sosial, tapi melalui berbagai kebijakan yang mampu meningkatkan kemampuan rakyat menghadapi pandemi.
Lihat Juga :