Pamsimas Water Adventure 2022, Serunya Berpetualang demi Mengalirkan Kebaikan
Selasa, 18 Oktober 2022 - 10:26 WIB
loading...
A
A
A
Peserta Didapuk Menjadi Guru di SDN Pasir Biru
![Pamsimas Water Adventure 2022, Serunya Berpetualang demi Mengalirkan Kebaikan]()
Peserta diberikan tantangan menjadi guru di SDN Pasir Biru dan memberi penjelasan tentang program Pamsimas. (dok. tangkapan layar YouTube @pupr_ciptakarya)
.
Keseruan peserta terlihat saat mereka harus menaklukkan tantangan menelusuri sungai dan hutan untuk mencari peta. Peta ini berisi petunjuk untuk mereka melanjutkan tujuan berikutnya. Tim yang lolos akan mendapatkan Pipe Card, sebuah kartu khusus yang disiapkan panitia sebagai tanda keberhasilan.
Tujuan akhir dari tantangan pertama adalah SDN Pasir Biru, Tanjungsari, Rancakalong. Di sekolah ini, sudah menanti tantangan kedua yakni para peserta didapuk menjadi guru.
Tugas peserta yakni memberi penjelasan tentang program Pamsimas, lalu memberikan pertanyaan kepada para murid dengan mengisi TTS. Dilanjutkan dengan mengajak para siswa melakukan tarian Hand Wash Dance.
Selanjutnya peserta juga mengajak siswa untuk mencuci tangan dengan benar di fasilitas tempat pencucian tangan yang dibangun oleh Pamsimas di SDN Pasir Biru. “Asyik cita-cita saya sejak kecil bisa kesampaian yaitu jadi guru," kata Fahira.
Sedangkan bagi Rulyabii Margana siswa SDN Pasir Biru sangat membantu tim untuk menyelesaikan tantangan dengan sangat mudah. "Anak-anak ini cerdas, dan satu nilai plus buat kita karena kita gak butuh waktu lama untuk menyelesaikan tantangannya dengan sangat mudah," tuturnya.
Peserta lainnya yakni Dr Nicho mengatakan, setelah melihat langsung para siswa mencuci tangan, ternyata air bersih berperan penting dalam menunjang kesehatan siswa. "Ternyata air bersih itu sangat bermanfaat bagi kesehatan kita," katanya.
Setelah misi di SDN Pasir Biru selesai dan peserta mendapatkan Pipe Card. Mereka ditugaskan untuk menjalani tantangan ketiga di Reservoir Area Pamsimas yang terletak di pinggiran desa. Peserta harus menggunakan sepeda gunung yang sudah disiapkan panitia untuk menuju lokasi tersebut.
Lima peserta terlihat bersemangat dan langsung mengayuh sepeda. Namun, tidak demikian dengan Hardian. Wajahnya lesu dan kurang bersemangat menjalankan tantangan ini. Ia mengaku tidak bisa mengayuh sepeda dan terpaksa harus menuntun sepeda sepanjang perjalanan.
Pada pertengahan jalan, Hardian menolong seorang nenek yang terlihat memanggul beban berat di punggungnya. Hardian pun menjadikan sepedanya untuk membawa beban tersebut.

Peserta diberikan tantangan menjadi guru di SDN Pasir Biru dan memberi penjelasan tentang program Pamsimas. (dok. tangkapan layar YouTube @pupr_ciptakarya)
.
Keseruan peserta terlihat saat mereka harus menaklukkan tantangan menelusuri sungai dan hutan untuk mencari peta. Peta ini berisi petunjuk untuk mereka melanjutkan tujuan berikutnya. Tim yang lolos akan mendapatkan Pipe Card, sebuah kartu khusus yang disiapkan panitia sebagai tanda keberhasilan.
Tujuan akhir dari tantangan pertama adalah SDN Pasir Biru, Tanjungsari, Rancakalong. Di sekolah ini, sudah menanti tantangan kedua yakni para peserta didapuk menjadi guru.
Tugas peserta yakni memberi penjelasan tentang program Pamsimas, lalu memberikan pertanyaan kepada para murid dengan mengisi TTS. Dilanjutkan dengan mengajak para siswa melakukan tarian Hand Wash Dance.
Selanjutnya peserta juga mengajak siswa untuk mencuci tangan dengan benar di fasilitas tempat pencucian tangan yang dibangun oleh Pamsimas di SDN Pasir Biru. “Asyik cita-cita saya sejak kecil bisa kesampaian yaitu jadi guru," kata Fahira.
Sedangkan bagi Rulyabii Margana siswa SDN Pasir Biru sangat membantu tim untuk menyelesaikan tantangan dengan sangat mudah. "Anak-anak ini cerdas, dan satu nilai plus buat kita karena kita gak butuh waktu lama untuk menyelesaikan tantangannya dengan sangat mudah," tuturnya.
Peserta lainnya yakni Dr Nicho mengatakan, setelah melihat langsung para siswa mencuci tangan, ternyata air bersih berperan penting dalam menunjang kesehatan siswa. "Ternyata air bersih itu sangat bermanfaat bagi kesehatan kita," katanya.
Setelah misi di SDN Pasir Biru selesai dan peserta mendapatkan Pipe Card. Mereka ditugaskan untuk menjalani tantangan ketiga di Reservoir Area Pamsimas yang terletak di pinggiran desa. Peserta harus menggunakan sepeda gunung yang sudah disiapkan panitia untuk menuju lokasi tersebut.
Lima peserta terlihat bersemangat dan langsung mengayuh sepeda. Namun, tidak demikian dengan Hardian. Wajahnya lesu dan kurang bersemangat menjalankan tantangan ini. Ia mengaku tidak bisa mengayuh sepeda dan terpaksa harus menuntun sepeda sepanjang perjalanan.
Pada pertengahan jalan, Hardian menolong seorang nenek yang terlihat memanggul beban berat di punggungnya. Hardian pun menjadikan sepedanya untuk membawa beban tersebut.
Lihat Juga :