Serunya Mengalirkan Air Bersih Menjelajahi Desa lewat Pamsimas Water Adventure
Minggu, 16 Oktober 2022 - 15:25 WIB
loading...
Program terbaru Pamsimas berupa challenge yang bertajuk Water Adventure (Foto: YouTube @pupr_ciptakarya)
A
A
A
JAKARTA - Melalui Kementerian PUPR, pemerintah mensosialisasikan program yang diberi nama Pamsimas. Program Pamsimas ini adalah singkatan dari Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat, yakni merupakan gagasan infrastruktur pengelolaan air minum dan sanitasi di pedesaan yang dilaksanakan melalui pendekatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Baru-baru ini program Pamsimas mengadakan sebuah Challenge sebagai diferensiasi programnya yang diberi nama Pamsimas Water Adventure, dengan tagline 'Petualangan Mengalirkan Kebaikan'. Acara ini dipandu Ferly Junandar sebagai host serta melibatkan sejumlah kontestan yakni diantaranya adalah Rulyabii, Dr. Nicho, Delly, Chepy, Fahira, dan Hardian.
![Serunya Mengalirkan Air Bersih Menjelajahi Desa lewat Pamsimas Water Adventure]()
Seluruh kontestan yang mengikuti challenge Pamsimas Water Adventure (Foto: YouTube @pupr_ciptakarya)
Beberapa kontestan tersebut diajak mengikuti beberapa rintangan berupa petualangan alam serta serangkaian kegiatan dalam upaya membangun suatu infrastruktur air dan sanitasi yang baik di masyarakat.
Mereka dikumpulkan di sebuah lokasi, tepatnya di Desa Pasirbiru, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Setiap peserta dibagi dalam kelompok kecil dan diberi sejumlah tantangan.
Menurut Fahira, kegiatan challenge Pamsimas ini menarik minatnya. Selain menantang juga mengedukasi dan menggambarkan kegiatan Pamsimas menyediakan akses air minum untuk sampai ke masyarakat.
Lain lagi dengan komentar dari Dr. Nicho. Menurutnya, air minum yang bersih adalah kunci hidup sehat karena air yang tidak bersih adalah penyebab dari banyak penyakit, kualitas air yang dijaga inilah peran penting dari Pamsimas.
Kegiatan Water Adventure ini dibuka dengan ceremony dan selanjutnya challenge resmi dimulai. Seluruh kontestan harus melewati jalur yang ada untuk menuju lokasi tantangan yang pertama.
Mereka terlihat menyusuri wilayah tersebut dengan latar pedesaan yang masih asri nan hijau. Setelah berjalan agak jauh beberapa kontestan terdengar berseloroh terkejut, pasalnya memang medan yang dilalui cukup terjal dan hanya merupakan jalan setapak. "Jangan sampai salah napak ini, kalau gak bye-bye," ucap Fahira.
Baru-baru ini program Pamsimas mengadakan sebuah Challenge sebagai diferensiasi programnya yang diberi nama Pamsimas Water Adventure, dengan tagline 'Petualangan Mengalirkan Kebaikan'. Acara ini dipandu Ferly Junandar sebagai host serta melibatkan sejumlah kontestan yakni diantaranya adalah Rulyabii, Dr. Nicho, Delly, Chepy, Fahira, dan Hardian.

Seluruh kontestan yang mengikuti challenge Pamsimas Water Adventure (Foto: YouTube @pupr_ciptakarya)
Beberapa kontestan tersebut diajak mengikuti beberapa rintangan berupa petualangan alam serta serangkaian kegiatan dalam upaya membangun suatu infrastruktur air dan sanitasi yang baik di masyarakat.
Mereka dikumpulkan di sebuah lokasi, tepatnya di Desa Pasirbiru, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Setiap peserta dibagi dalam kelompok kecil dan diberi sejumlah tantangan.
Menurut Fahira, kegiatan challenge Pamsimas ini menarik minatnya. Selain menantang juga mengedukasi dan menggambarkan kegiatan Pamsimas menyediakan akses air minum untuk sampai ke masyarakat.
Lain lagi dengan komentar dari Dr. Nicho. Menurutnya, air minum yang bersih adalah kunci hidup sehat karena air yang tidak bersih adalah penyebab dari banyak penyakit, kualitas air yang dijaga inilah peran penting dari Pamsimas.
Kegiatan Water Adventure ini dibuka dengan ceremony dan selanjutnya challenge resmi dimulai. Seluruh kontestan harus melewati jalur yang ada untuk menuju lokasi tantangan yang pertama.
Mereka terlihat menyusuri wilayah tersebut dengan latar pedesaan yang masih asri nan hijau. Setelah berjalan agak jauh beberapa kontestan terdengar berseloroh terkejut, pasalnya memang medan yang dilalui cukup terjal dan hanya merupakan jalan setapak. "Jangan sampai salah napak ini, kalau gak bye-bye," ucap Fahira.
Lihat Juga :