Politikus PAN Dorong Partisipasi Perempuan dalam Politik
Selasa, 28 Maret 2023 - 17:10 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga (HAL) Kohati PB HMI, Nurmaida Saana sebagai bidang yang menginisiasi talkshow politik ini mengatakan, perempuan sama halnya dengan kaum laki-laki yang mempunyai kualifikasi di ranah politik. "Kualifikasi kita adalah bukan sesama perempuan tetapi kaum laki-laki, dan posisi kita dengan mereka sebagai mitra sejajar," ujarnya.
Meski kuota 30% ini belum tercapai di Indonesia, tapi jika dibandingkan dengan negara-negara lain, sudah lebih unggul. Hal ini dijelaskan Ketua Umum Kohati PB HMI Umiroh Fauziah, dilihat dari banyaknya kursi-kursi di parlemen yang digawangi oleh kaum perempuan.
"Representasi atau keterwakilan, hanya terhitung 20,8% dari kalangan perempuan. Belum tercapainya keterwakilan perempuan di Indonesia sudah lebih unggul dibanding negara lain, seperti pernah adanya presiden perempuan dan menteri perempuan," kata Umiroh Fauziah.
Dengan kebijakan afirmatif kuota 30%, perempuan dinilai memiliki tiga peluang untuk dapat dipilih. Ketiga peluang itu alaah sumber daya manusia dari kaum perempuan secara kuantitas sebagian besar dari kalangan terdidik, dan menyadari pentingnya terjun ke dunia politik. Peluang lainnya adalah perempuan berada di kontestasi politik merupakan amanah undang-undang yang harus dijalankan dan kuota persentase perempuan mengutamakan kualitas daripada kuantitas.
Ketua Umum PB HMI Raihan Aryatama mengamini pernyataan Umiroh Fauziah. Namun ia melihat banyak kelompok sosial yang berbasis gender lahir dari perempuan tapi hanya menjadi objek politik. "Harapannya Kohati dan kelompok Cipayung dapat mengubah paradigma itu," ujarnya.
Meski kuota 30% ini belum tercapai di Indonesia, tapi jika dibandingkan dengan negara-negara lain, sudah lebih unggul. Hal ini dijelaskan Ketua Umum Kohati PB HMI Umiroh Fauziah, dilihat dari banyaknya kursi-kursi di parlemen yang digawangi oleh kaum perempuan.
"Representasi atau keterwakilan, hanya terhitung 20,8% dari kalangan perempuan. Belum tercapainya keterwakilan perempuan di Indonesia sudah lebih unggul dibanding negara lain, seperti pernah adanya presiden perempuan dan menteri perempuan," kata Umiroh Fauziah.
Dengan kebijakan afirmatif kuota 30%, perempuan dinilai memiliki tiga peluang untuk dapat dipilih. Ketiga peluang itu alaah sumber daya manusia dari kaum perempuan secara kuantitas sebagian besar dari kalangan terdidik, dan menyadari pentingnya terjun ke dunia politik. Peluang lainnya adalah perempuan berada di kontestasi politik merupakan amanah undang-undang yang harus dijalankan dan kuota persentase perempuan mengutamakan kualitas daripada kuantitas.
Ketua Umum PB HMI Raihan Aryatama mengamini pernyataan Umiroh Fauziah. Namun ia melihat banyak kelompok sosial yang berbasis gender lahir dari perempuan tapi hanya menjadi objek politik. "Harapannya Kohati dan kelompok Cipayung dapat mengubah paradigma itu," ujarnya.
(abd)
Lihat Juga :