Gaya Hidup Hedon Jadi Sorotan DPR dalam Uji Kelayakan Calon Hakim Agung dan Ad Hoc

Senin, 27 Maret 2023 - 19:56 WIB
loading...
Gaya Hidup Hedon Jadi...
Komisi III DPR menyoroti sejumlah isu dalam uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 6 CHA dan Hakim Ad Hoc pada MA pada Senin (27/3/2023). Foto/Gedung MA/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Komisi III DPR menyoroti sejumlah isu dalam uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 6 Calon Hakim Agung (CHA) dan Hakim Ad Hoc pada Mahkamah Agung (MA) pada Senin (27/3/2023). Salah satunya yakni soal gaya hedonis para pejabat yang kini tengah menjadi sorotan.

Hal ini ditanyakan saat menguji CHA Kamar Perdata Lucas Prakoso. "Kita minta informasi, ada enggak keluarga Bapak, keluarga Pak Lucas, yang melakukan gaya hidup mewah tersebut," tanya Anggota Komisi III DPR Habiburokhman dalam sesi tanya jawab di Ruang Rapat Komisi III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (27/3/2023).

"Lalu melakukan flexing di media sosial. Karena ini tim kita lagi patroli Pak. Bagaimana Bapak menjelaskan kepada keluarga Bapak terkait persoalan tersebut," tambahnya.

Baca juga: DPR Sepakati 2 Calon Hakim Agung dan 2 Calon Hakim Ad Hoc Tipikor

Kemudian, politikus Partai Gerindra itu juga menanyakan tentang digitalisasi produk-produk pengadilan di MA sebagaimana sistem yang sudah digunakan di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kalau di MK kita sidang hari ini diputus, malam sudah diupload. Tapi kalau di Mahkamah Agung, keluhan dari teman-teman, itu putusanya lama sekali. Kita juga kesulitan mengakses putusan pengadilan, bukan hanya yang berperkara, masyarakat kesulitan mengakses metode digital. Kira-kira apakah ada solusi Pak?" tanya Habiburokhman .

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR dari PDIP Johan Budi meminta penjelaskan tentang posisi Hakim Agung merupakan wilayah abu-abu.

"Saya tergelitik dengan apa yang disampaikan Pak Lucas, soal Mahkamah Agung adalah benteng terakhir keadilan. Tapi menjadi Hakim Agung, tadi bapak sampaikan memasuki wilayah yang abu-abu. Ini yang bikin kaget saya juga pak. Maksudnya wilayah abu-abu ini apa," tanya Johan.

Menurut mantan Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini Hakim Agung harus punya ketegasan, tidak ada wilayah abu-abu. "Mahkamah Agung sekali lagi, tidak ada wilayah abu-abu di situ. Kalau yang benar A ya A, yang salah B ya B. Tolong Pak Lukas jelaskan dengan clear," tegas Johan.

Kemudian Lucas menjelaskan, dia mengutip dari apa yang disampaikan oleh Prof Bagir Manan, bahwa menjadi Hakim Agung harus mampu memperbaiki posisi abu-abu tersebut.

"Saya teringat dengan apa yang disampaikan oleh Prof Bagir Manan, ketika wawancara terbuka di KY (Komisi Yudisial). Prof Bagir lah yang menyatakan bahwa, Anda kalau jadi Hakim Agung berarti berarti Anda masuk wilayah abu-abu dalam kondisi seperti ini, banyak Hakim Agung yang terkena OTT. Berarti anda harus ikut berusaha memperbaiki ini. Siapkah Anda untuk menjadi Hakim Agung," begitu jawabnya.

Diketahui, fit and proper ini berlangsung hingga Selasa (28/3) besok dengan menguji tiga orang CHA dan Hakim Ad Hoc pada MA. Komisi III DPR juga dijadwalkan akan mengambil keputusan pada Selasa malam pukul 19.00 WIB.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Razman Nasution Tunggu...
Razman Nasution Tunggu Dieksekusi setelah Kasasi Ditolak MA: Saya Tidak akan Sembunyi
Terima Suap Rp1 Miliar,...
Terima Suap Rp1 Miliar, Hakim YM Dipecat
Pengadilan Tinggi DKI...
Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Kuatkan Vonis Nurhadi, KPK Berharap Beri Efek Jera
Roy Suryo Minta Kejaksaan...
Roy Suryo Minta Kejaksaan Segera Eksekusi Razman Nasution
Kasasi Ditolak MA, Razman...
Kasasi Ditolak MA, Razman Nasution Terancam 1,5 Tahun Penjara
Putusan Mahkamah Agung...
Putusan Mahkamah Agung Tetapkan Worcas Group Menang atas Sengketa Merek DENZA
MA AS Anulir Perjanjian...
MA AS Anulir Perjanjian Kerjasam RI-AS? Politisi Gerindra Buka Suara
Mahkamah Agung AS Batalkan...
Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, India Tunda Kunjungan Dagang ke Washington
Rekomendasi
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Pemain Inggris Tolak...
Pemain Inggris Tolak Jabat Tangan Thomas Partey di Piala Dunia 2026
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Buntu Lawan Ghana di Piala Dunia 2026: Harry Kane Mandul
Berita Terkini
Kasus Izin Tinggal WNA,...
Kasus Izin Tinggal WNA, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
Ungkap Penyebab Gaji...
Ungkap Penyebab Gaji Guru Tidak Naik, Prabowo: Uangnya Nggak Ada
Pelaporan Tiyo Ardianto...
Pelaporan Tiyo Ardianto ke Polisi Upaya Mengalihkan Perhatian Publik
Ichsanuddin Noorsy:...
Ichsanuddin Noorsy: UGM Berada di Titik Nadir dalam Kasus Ijazah Jokowi
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Infografis
7 Kombes Pecah Bintang...
7 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen Dalam Mutasi Polri Januari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved