Masyarakat Anggap Airlangga Hartarto Jadi Simbol Pemersatu Bangsa
Senin, 27 Maret 2023 - 13:37 WIB
loading...
A
A
A
"Berkorelasi secara politik, perilaku sosiologis kultural akhirnya berkorelasi pada perilaku pemilih ketika di dalam urusan pemilihan politik," kata Chaerudin Affan dalam keterangannya, Senin (27/3/2023).
Dalam survei, TBRC memasukkan lima tokoh yang punya kans besar untuk maju sebagai capres yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Koalisi Indonesia Bersatu (Golkar-PAN-PPP), Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (Gerindra-PKB) dan Koalisi Perubahan (Nasdem-PKS-Demokrat). Mayoritas responden dalam survei ini memilih tokoh yang selama ini dikesankan mengusung nilai inklusif.
Hasilnya, Airlangga Hartarto menempati posisi pertama dengan tingkat keterpilihan sebesar 34,6%. Disusul Prabowo Subianto 28,2%; Anies Baswedan 7,6%; Ganjar Pranowo 7,2%; dan Puan Maharani 6,8%, serta tidak memilih sebanyak 15,6%.
Airlangga unggul dalam kategori atribusi kepemimpinan sebagai sosok yang mampu mengelola perekonomian nasional yang berdampak pada peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat sebesar 89,3%; menjaga toleransi 88,7%; dan mendorong solidaritas sosial 87,8%.
Sementara Prabowo unggul dalam atribusi menjaga stabilitas keamanan 67,2%, dan menguasai persoalan politik luar negeri 49,2%.
Dalam survei ini juga terungkap publik lebih dominan memilih partai politik yang secara ideologis memperjuangakan nilai-nilai inklusif. Hal ini memiliki hubungan yang kuat dengan tingkat elektabilitas Partai Golkar. Saat 2.280 responden diminta memilih partai politik peserta pemilu seandainya pemilu digelar saat ini, maka sebanyak 22,3% memilih Partai Golkar.
Lalu, PDIP 15,8%; Gerindra 14,7%; Demokrat 7,2%; Nasdem 5,4%; PKB 5,1%; PKS 4,2%; Perindo 4,1%, PPP 2,2%, PAN 1,8%, dan gabungan elektabilitas parpol peserta pemilu lainnya 5,1%.
Dalam survei, TBRC memasukkan lima tokoh yang punya kans besar untuk maju sebagai capres yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Koalisi Indonesia Bersatu (Golkar-PAN-PPP), Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (Gerindra-PKB) dan Koalisi Perubahan (Nasdem-PKS-Demokrat). Mayoritas responden dalam survei ini memilih tokoh yang selama ini dikesankan mengusung nilai inklusif.
Hasilnya, Airlangga Hartarto menempati posisi pertama dengan tingkat keterpilihan sebesar 34,6%. Disusul Prabowo Subianto 28,2%; Anies Baswedan 7,6%; Ganjar Pranowo 7,2%; dan Puan Maharani 6,8%, serta tidak memilih sebanyak 15,6%.
Airlangga unggul dalam kategori atribusi kepemimpinan sebagai sosok yang mampu mengelola perekonomian nasional yang berdampak pada peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat sebesar 89,3%; menjaga toleransi 88,7%; dan mendorong solidaritas sosial 87,8%.
Sementara Prabowo unggul dalam atribusi menjaga stabilitas keamanan 67,2%, dan menguasai persoalan politik luar negeri 49,2%.
Dalam survei ini juga terungkap publik lebih dominan memilih partai politik yang secara ideologis memperjuangakan nilai-nilai inklusif. Hal ini memiliki hubungan yang kuat dengan tingkat elektabilitas Partai Golkar. Saat 2.280 responden diminta memilih partai politik peserta pemilu seandainya pemilu digelar saat ini, maka sebanyak 22,3% memilih Partai Golkar.
Lalu, PDIP 15,8%; Gerindra 14,7%; Demokrat 7,2%; Nasdem 5,4%; PKB 5,1%; PKS 4,2%; Perindo 4,1%, PPP 2,2%, PAN 1,8%, dan gabungan elektabilitas parpol peserta pemilu lainnya 5,1%.
Lihat Juga :