Potong Rantai Aksi Teror di Papua, Kepala BNPT: Perlu Pendekatan Humanis
Selasa, 21 Maret 2023 - 22:09 WIB
loading...
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli dalam rapat koordinasi kesiapan aparat penegak hukum di Jayapura, Papua, Selasa (21/3/2023). FOTO/BNPT
A
A
A
JAKARTA - Aksi teror yang dilakukan kelompok kekerasan di Papua akhir-akhir ini telah meresahkan masyarakat. Sebab, mereka tidak hanya menyasar aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, tetapi juga warga sipil, sehingga cenderung menganggu stabilitas keamanan dalam negeri.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, menyelesaikan kekerasan di Papua tidak semata fokus pada penegakan hukum tetapi juga upaya pencegahan dengan pendekatan-pendekatan humanis.
"Kita ingin hukum terorisme ini tidak hanya berpikir tentang penindakan, bukan dengan senjata terus, tapi juga pendekatan-pendekatan lunak, karena yang diubah cara berpikir. Penegakan hukum dan pencegahan harus dilakukan secara imbang," kata Boy Rafli dalam rapat koordinasi kesiapan aparat penegak hukum di Jayapura, Papua, Selasa (21/3/2023).
Baca juga: Gelontorkan Rp1.000 Triliun, Jokowi Minta Masyarakat Awasi Pembangunan di Papua
Pria yang baru saja dinobatkan sebagai Tokoh Sosialisasi Persatuan dan Toleransi Indonesia 2023 ini menegaskan, penegakan hukum dan pencegahan harus dilakukan secara imbang dan tidak diskriminatif.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, menyelesaikan kekerasan di Papua tidak semata fokus pada penegakan hukum tetapi juga upaya pencegahan dengan pendekatan-pendekatan humanis.
"Kita ingin hukum terorisme ini tidak hanya berpikir tentang penindakan, bukan dengan senjata terus, tapi juga pendekatan-pendekatan lunak, karena yang diubah cara berpikir. Penegakan hukum dan pencegahan harus dilakukan secara imbang," kata Boy Rafli dalam rapat koordinasi kesiapan aparat penegak hukum di Jayapura, Papua, Selasa (21/3/2023).
Baca juga: Gelontorkan Rp1.000 Triliun, Jokowi Minta Masyarakat Awasi Pembangunan di Papua
Pria yang baru saja dinobatkan sebagai Tokoh Sosialisasi Persatuan dan Toleransi Indonesia 2023 ini menegaskan, penegakan hukum dan pencegahan harus dilakukan secara imbang dan tidak diskriminatif.
Lihat Juga :