Hadir di Universitas Paramadina, Sekjen PDIP Kenalkan Geopolitik Soekarno
Selasa, 21 Maret 2023 - 16:59 WIB
loading...
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto hadir di Universitas Paramadina untuk berbicara tentang Diskursus Pemikiran Politik Soekarno dan Relevansi Terhadap Pertahanan Negara, Selasa (21/3/2023). Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Doktor Universitas Pertahanan (Unhan) Hasto Kristiyanto hadir di Universitas Paramadina untuk berbicara tentang Diskursus Pemikiran Politik Soekarno dan Relevansi Terhadap Pertahanan Negara, Selasa (21/3/2023).
Turut hadir, Rektor Universitas Paramadina Prof Dr Didik J Rachbini, Pakar Geopolitik Dr Dina Sulaeman, Pakar Politik Internasional Musa Alkadzim MIP, Dosen Universitas Paramadina Dr A Khoirul Umam, serta moderator Zulfan Lindan, politikus senior.
Baca juga: Pemikiran Soekarno dan Cak Nur Dianggap Punya Kesamaan, Visioner untuk Indonesia
Kehadirannya pun dipuji karena tidak membawa politik praktis tapi yang notabenenya merupakan Sekretaris Jenderal PDIP membawa politik intelektual. “Ini harus didukung. Apa yang dilakukan Bung Hasto ini menarik (ke kampus-kampus),” ujar Pakar Politik Internasional Musa Alkadzim.
“Kalau generasi pendiri bangsa, mereka itu intelektual-intelektual sebelum menjadi politisi dan mereka pemikir dan kuat tradisi intelektualnya, baru terjun ke masyarakat untuk melihat dan mengobservasi langsung empirisnya. Bukan dibalik, bukan mengikuti selera yang ada di masyarakat kemudian bagaimana menguasai mereka," ujarnya.
"Kebanyakan orang terjun duluan enggak tahu, masyarakat suka teriak-teriak, ikut teriak-teriak, populisme. Yang dibangun politik populisme justru merusak agenda besar national character builiding,” sambungnya.
Turut hadir, Rektor Universitas Paramadina Prof Dr Didik J Rachbini, Pakar Geopolitik Dr Dina Sulaeman, Pakar Politik Internasional Musa Alkadzim MIP, Dosen Universitas Paramadina Dr A Khoirul Umam, serta moderator Zulfan Lindan, politikus senior.
Baca juga: Pemikiran Soekarno dan Cak Nur Dianggap Punya Kesamaan, Visioner untuk Indonesia
Kehadirannya pun dipuji karena tidak membawa politik praktis tapi yang notabenenya merupakan Sekretaris Jenderal PDIP membawa politik intelektual. “Ini harus didukung. Apa yang dilakukan Bung Hasto ini menarik (ke kampus-kampus),” ujar Pakar Politik Internasional Musa Alkadzim.
“Kalau generasi pendiri bangsa, mereka itu intelektual-intelektual sebelum menjadi politisi dan mereka pemikir dan kuat tradisi intelektualnya, baru terjun ke masyarakat untuk melihat dan mengobservasi langsung empirisnya. Bukan dibalik, bukan mengikuti selera yang ada di masyarakat kemudian bagaimana menguasai mereka," ujarnya.
"Kebanyakan orang terjun duluan enggak tahu, masyarakat suka teriak-teriak, ikut teriak-teriak, populisme. Yang dibangun politik populisme justru merusak agenda besar national character builiding,” sambungnya.
Lihat Juga :