Hadir di Universitas Paramadina, Sekjen PDIP Kenalkan Geopolitik Soekarno
Selasa, 21 Maret 2023 - 16:59 WIB
loading...
A
A
A
Sekjen PDIP ini pun mengamini bahwa kehadirannya membangun politik intelektual untuk membangun kepemimpinan intelektual. “Maka benar tadi saya datang ke sini bukan untuk berbicara politik praktis, tapi bicara politik yang mencerdaskan kehidupan bangsa politik yang membangun kepemimpinan intelektual bagi Indonesia dan dunia,” jelas dia.
“Karena itulah mempelajari pemikiran geopolitik Soekarno harus disertai dengan pemikiran negarawan yang sangat kuat. Kita tak bisa berpikir partisan,” sambung pria asal Yogyakarta itu.
Karena itu, Hasto meminta mahasiswa rajin membaca buku, sebagaimana para pendiri bangsa, termasuk Soekarno. “Maka bagi teman-teman mahasiswa, mulai hari ini tidak ada hari tanpa membaca buku. Tanpa berdialektika dalam alam pikir. Karena Anda akan punya gambaran tentang masa depan kita, bagaimana kita seharusnya dengan geopolitik Soekarno, kita membangun kepemimpinan Indonesia bagi dunia. Ini yang harus kita lakukan,” ungkap Hasto.
Dia mengingatkan pemikiran geopolitik Soekarno itu didasarkan pada suatu pemikiran terhadap kemerdekaan Indonesia untuk persaudaraan dunia yang didasarkan pada Pancasila bisa menjadi ideologi dunia. Dimana merombak struktur dan sistem internasional yang anarkis.
“Bertujuan membangun tata dunia baru, yang bebas dari imprealisme dan kolonialisme. Berbeda dengan cara pandang Amerika Serikat dan barat yang melihat dunia akan damai apabila negara negara di dunia menerapkan sistem demokrasi ala barat. Maka ketika Pak Harto jatuh terjadi yang disebut global reproduction of American politics. Kalau kita berpandangan seperti para pendiri bangsa kita. Dunia akan damai apabila terbebas dari imprealisme dan kolonialisme,” tutur Hasto.
Karena itu, menurutnya jika mahasiswa sudah memiliki ide-ide maka sudah pelan-pelan mengikuti para pendiri bangsa termasuk Soekarno. Karena para pendiri bangsa sudah mengajarkan bahwa mahasiswa bisa berbuat sesuatu untuk dunia dengan mengembangkan kepemimpinan intelektual.
“Karena itulah mempelajari pemikiran geopolitik Soekarno harus disertai dengan pemikiran negarawan yang sangat kuat. Kita tak bisa berpikir partisan,” sambung pria asal Yogyakarta itu.
Karena itu, Hasto meminta mahasiswa rajin membaca buku, sebagaimana para pendiri bangsa, termasuk Soekarno. “Maka bagi teman-teman mahasiswa, mulai hari ini tidak ada hari tanpa membaca buku. Tanpa berdialektika dalam alam pikir. Karena Anda akan punya gambaran tentang masa depan kita, bagaimana kita seharusnya dengan geopolitik Soekarno, kita membangun kepemimpinan Indonesia bagi dunia. Ini yang harus kita lakukan,” ungkap Hasto.
Dia mengingatkan pemikiran geopolitik Soekarno itu didasarkan pada suatu pemikiran terhadap kemerdekaan Indonesia untuk persaudaraan dunia yang didasarkan pada Pancasila bisa menjadi ideologi dunia. Dimana merombak struktur dan sistem internasional yang anarkis.
“Bertujuan membangun tata dunia baru, yang bebas dari imprealisme dan kolonialisme. Berbeda dengan cara pandang Amerika Serikat dan barat yang melihat dunia akan damai apabila negara negara di dunia menerapkan sistem demokrasi ala barat. Maka ketika Pak Harto jatuh terjadi yang disebut global reproduction of American politics. Kalau kita berpandangan seperti para pendiri bangsa kita. Dunia akan damai apabila terbebas dari imprealisme dan kolonialisme,” tutur Hasto.
Karena itu, menurutnya jika mahasiswa sudah memiliki ide-ide maka sudah pelan-pelan mengikuti para pendiri bangsa termasuk Soekarno. Karena para pendiri bangsa sudah mengajarkan bahwa mahasiswa bisa berbuat sesuatu untuk dunia dengan mengembangkan kepemimpinan intelektual.
Lihat Juga :