Pemikiran Soekarno dan Cak Nur Dianggap Punya Kesamaan, Visioner untuk Indonesia
Selasa, 21 Maret 2023 - 15:37 WIB
loading...
Kehadiran Doktor Universitas Pertahanan (Unhan) Hasto Kristiyanto ke Universitas Paramadina membawa diskursus baru tentang pemikiran pendiri bangsa Soekarno. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Kehadiran Doktor Universitas Pertahanan (Unhan) Hasto Kristiyanto ke Universitas Paramadina membawa diskursus baru tentang pemikiran pendiri bangsa Soekarno . Bahkan, sempat dikaitkan dengan Nurcholish Madjid atau Cak Nur .
“Ada persamaan pemikiran Sukarno dan Cak Nur? Ternyata sangat-sangat kuat relevansinya karena semuanya berkaitan dengan pembaharuan pemikiran politik maupun pemikiran dalam keislaman,” ujar Wakil Rektor Universitas Paramadina Fatchiah E Kertamuda saat membuka diskusi bertema Unpacking Indonesia X Paramadina Democracy Forum (PDF) bertajuk "Diskursus Pemikiran Politik Soekarno dan Relevansinya Terhadap Pertahanan Negara" di Universitas Paramadina, Jakarta, Selasa (21/3/2023).
Baca juga: Puan Yakin Kalimantan Barat Tetap Lumbung Suara PDIP di 2024
Selain Hasto, hadir sebagai narasumber Rektor Universitas Paramadina Prof Dr Didik J Rachbini, Pakar Geopolitik Dr Dina Sulaeman, Pakar Politik Internasional Musa Alkadzim MIP, dan Dosen Universitas Paramadina Dr A Khoirul Umam, serta moderator Zulfan Lindan, politikus senior.
Sementara di awal sebagai pembicara, Hasto sempat membuat pantun yang juga membawa nama Cak Nur. “Kembangkan pemikiran Cak Nur bagi Indonesia dan dunia. Universitas Paramadina sangat ternama. Tradisi intelektualnya bangun kemajuan Indonesia bagi dunia,” ujar Hasto mengawalinya dengan pantun.
“Ada persamaan pemikiran Sukarno dan Cak Nur? Ternyata sangat-sangat kuat relevansinya karena semuanya berkaitan dengan pembaharuan pemikiran politik maupun pemikiran dalam keislaman,” ujar Wakil Rektor Universitas Paramadina Fatchiah E Kertamuda saat membuka diskusi bertema Unpacking Indonesia X Paramadina Democracy Forum (PDF) bertajuk "Diskursus Pemikiran Politik Soekarno dan Relevansinya Terhadap Pertahanan Negara" di Universitas Paramadina, Jakarta, Selasa (21/3/2023).
Baca juga: Puan Yakin Kalimantan Barat Tetap Lumbung Suara PDIP di 2024
Selain Hasto, hadir sebagai narasumber Rektor Universitas Paramadina Prof Dr Didik J Rachbini, Pakar Geopolitik Dr Dina Sulaeman, Pakar Politik Internasional Musa Alkadzim MIP, dan Dosen Universitas Paramadina Dr A Khoirul Umam, serta moderator Zulfan Lindan, politikus senior.
Sementara di awal sebagai pembicara, Hasto sempat membuat pantun yang juga membawa nama Cak Nur. “Kembangkan pemikiran Cak Nur bagi Indonesia dan dunia. Universitas Paramadina sangat ternama. Tradisi intelektualnya bangun kemajuan Indonesia bagi dunia,” ujar Hasto mengawalinya dengan pantun.
Lihat Juga :