Deretan Menteri Berlatar Belakang Militer di Kabinet Jokowi, Bakal Bertambah Lagi?
Minggu, 19 Maret 2023 - 16:14 WIB
loading...
Prabowo Subianto, Luhut Pandjaitan, dan Hadi Tjahjanto. Foto/Kolase/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri berlatar belakang militer di Kabinet Jokowi ini menarik untuk diulas. Apalagi, belakangan santer beredar kabar mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa akan masuk kabinet.
Kabinet Jokowi saat ini bernama Kabinet Indonesia Maju . Kabinet ini dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 113/P Tahun 2019, tanggal 23 Oktober 2019.
Pada awal dibentuk Oktober 2019, ada beberapa nama menteri yang berlatar belakang militer. Mereka adalah Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan , Menteri Pertahanan Prabowo Subianto , Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto , dan Menteri Agama Fachrul Razi .
Seiring perjalanan waktu, terjadi reshuffle atau perombakan kabinet. Pada Rabu, 23 Desember 2020, Presiden Jokowi mengganti Menkes Terawan Agus Putranto dengan Budi Gunadi Sadikin. Selain itu, Menteri Agama Fachrul Razi diganti oleh Yaqut Cholil Qoumas.
Setelah reshuffle pada 23 Desember 2020, menteri Kabinet Jokowi yang berlatar belakang militer bertambah lagi, tepatnya pada Rabu, 15 Juni 2022, Presiden Jokowi mengangkat mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional. Hadi menggantikan Sofyan Djalil.
Dengan diangkatnya Hadi, jumlah menteri yang berlatar belakang militer pun bertambah lagi. Berikut ini SINDOnews tampilkan profil singkat menteri berlatar belakang militer di Kabinet Jokowi saat ini, yakni Kabinet Indonesia Maju:
![Deretan Menteri Berlatar Belakang Militer di Kabinet Jokowi, Bakal Bertambah Lagi?]()
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan. Foto/Dok SINDO
Luhut Binsar Pandjaitan merupakan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi di Kabinet Indonesia Maju. Luhut juga merupakan politikus Partai Golkar.
Luhut masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) bagian darat pada 1967. Tiga tahun kemudian, Luhut meraih predikat sebagai lulusan terbaik pada 1970. Pria kelahiran Simargala, Huta Namora, Silaen, Toba Samosir, Sumatera Utara 28 September 1947 itu meraih penghargaan Adhi Makayasa.
Kabinet Jokowi saat ini bernama Kabinet Indonesia Maju . Kabinet ini dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 113/P Tahun 2019, tanggal 23 Oktober 2019.
Pada awal dibentuk Oktober 2019, ada beberapa nama menteri yang berlatar belakang militer. Mereka adalah Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan , Menteri Pertahanan Prabowo Subianto , Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto , dan Menteri Agama Fachrul Razi .
Seiring perjalanan waktu, terjadi reshuffle atau perombakan kabinet. Pada Rabu, 23 Desember 2020, Presiden Jokowi mengganti Menkes Terawan Agus Putranto dengan Budi Gunadi Sadikin. Selain itu, Menteri Agama Fachrul Razi diganti oleh Yaqut Cholil Qoumas.
Menteri Berlatar Belakang Militer, Luhut hingga Hadi Tjahjanto
Setelah reshuffle pada 23 Desember 2020, menteri Kabinet Jokowi yang berlatar belakang militer bertambah lagi, tepatnya pada Rabu, 15 Juni 2022, Presiden Jokowi mengangkat mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional. Hadi menggantikan Sofyan Djalil.
Dengan diangkatnya Hadi, jumlah menteri yang berlatar belakang militer pun bertambah lagi. Berikut ini SINDOnews tampilkan profil singkat menteri berlatar belakang militer di Kabinet Jokowi saat ini, yakni Kabinet Indonesia Maju:
1. Jenderal TNI (Hor) (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan. Foto/Dok SINDO
Luhut Binsar Pandjaitan merupakan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi di Kabinet Indonesia Maju. Luhut juga merupakan politikus Partai Golkar.
Luhut masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) bagian darat pada 1967. Tiga tahun kemudian, Luhut meraih predikat sebagai lulusan terbaik pada 1970. Pria kelahiran Simargala, Huta Namora, Silaen, Toba Samosir, Sumatera Utara 28 September 1947 itu meraih penghargaan Adhi Makayasa.