Penjelasan KPAI Terkait Kalangan Anak-anak Rentan Terjerat Seks
Sabtu, 18 Juli 2020 - 06:20 WIB
loading...
A
A
A
Karena dalam masa Covid 19 pengurangan layanan tidak bisa dicegah. Dengan adanya keterbatasan selama pandemi dan perhatian setiap individu lebih berat kepada dirinya, menyebabkan remaja tanpa pendampingan. (Baca juga: 1.462 Kasus Baru, Total 83.130 Orang Positif Covid-19)
Pentingnya peran orang tua, lingkungan, kementerian, lembaga, entitas aktifis dan pelindung anak memberi perhatian lebih situasi ini. Dan melakukan inovasi layanan mereka. Setelah peristiwa tersebut, ada 37 pasangan siswa SMP yang harus diberi perhatian lebih dan diberi solusi atas situasi mereka di masa Covid 19. "Jika hanya berorientasi pada hukuman, maka akan menjadi kegagalan kita semua," terang Jasra.
Remaja adalah masa produktif. Yang membawa energi besar dalam hidupnya. Masa umur SMP bagi pada perkembangan pubertas remaja yang puncaknya di umur 12 -13 tahun, merubah cara berfikir mereka, cara pandang, mereka merasa yang dilakukan seolah sangat penting, untuk itu menjadi mudah emosi dan cenderung menjauh dari orang dewasa dan orang tua.
Untuk itu penyaluran tumbuh kembang ini menuntut produktifitas kita yang tinggi juga. Mengajak anak anak, remaja menggunakan standar protocol kesehatan, bukan dibilang mudah, bukan juga mereka dikatakan barisan generasi yang tidak mau pakai masker.
Tapi kepedulian itu ada tahapannya buat mereka, karena sebab dominasi pertumbuhan dalam pencarian identitas diri karena mereka merasa begitu pentingnya diri mereka. Sehingga menempatkan mereka sebagai subjek bukan objek dalam aturan sangat penting agar prasyarat membangun partisipasi dan kapasitas terjadi.
Peristiwa tersebut jadi pembelajaran, pentingnya membangun pembelajaran peer to peer antara mereka. Bahwa dibalik peristiwa buruk ini, ada kekuatan pembelajaran sebaya yang kuat, yang jika diterapkan sebagai subyek akan berdampak luar biasa untuk remaja kita.
Seperti program pemerintah yang menyasar remaja penting diaktifkan dan membangun inovasi. BKKBN memiliki program Generasi Berencana atau disebut GenRe dengan membuat layanan, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja).
Pentingnya peran orang tua, lingkungan, kementerian, lembaga, entitas aktifis dan pelindung anak memberi perhatian lebih situasi ini. Dan melakukan inovasi layanan mereka. Setelah peristiwa tersebut, ada 37 pasangan siswa SMP yang harus diberi perhatian lebih dan diberi solusi atas situasi mereka di masa Covid 19. "Jika hanya berorientasi pada hukuman, maka akan menjadi kegagalan kita semua," terang Jasra.
Remaja adalah masa produktif. Yang membawa energi besar dalam hidupnya. Masa umur SMP bagi pada perkembangan pubertas remaja yang puncaknya di umur 12 -13 tahun, merubah cara berfikir mereka, cara pandang, mereka merasa yang dilakukan seolah sangat penting, untuk itu menjadi mudah emosi dan cenderung menjauh dari orang dewasa dan orang tua.
Untuk itu penyaluran tumbuh kembang ini menuntut produktifitas kita yang tinggi juga. Mengajak anak anak, remaja menggunakan standar protocol kesehatan, bukan dibilang mudah, bukan juga mereka dikatakan barisan generasi yang tidak mau pakai masker.
Tapi kepedulian itu ada tahapannya buat mereka, karena sebab dominasi pertumbuhan dalam pencarian identitas diri karena mereka merasa begitu pentingnya diri mereka. Sehingga menempatkan mereka sebagai subjek bukan objek dalam aturan sangat penting agar prasyarat membangun partisipasi dan kapasitas terjadi.
Peristiwa tersebut jadi pembelajaran, pentingnya membangun pembelajaran peer to peer antara mereka. Bahwa dibalik peristiwa buruk ini, ada kekuatan pembelajaran sebaya yang kuat, yang jika diterapkan sebagai subyek akan berdampak luar biasa untuk remaja kita.
Seperti program pemerintah yang menyasar remaja penting diaktifkan dan membangun inovasi. BKKBN memiliki program Generasi Berencana atau disebut GenRe dengan membuat layanan, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja).
Lihat Juga :