Lestarikan Budaya Lokal dengan Mengenalkan Lagu dan Kesenian Daerah
Jum'at, 17 Maret 2023 - 14:05 WIB
loading...
A
A
A
Diakuinya dengan praktik secara langsung, para siswa antusias dan siswa mudah menghafal lagu-lagu daerah.
"Siswa sangat antusias dengan kegiatan seperti ini, kearifan lokal. Kebetulan dari sekolah juga bekerja sama dengan dinas pendidikan untuk membuat video lagu. Kearifan lokal ini supaya mereka mengenal budaya mereka dan tidak melupakan budaya mereka," jelasnya.
Alfius menjelaskan, memang budaya barat ini membuat budaya lokal agak tenggelam. "Jadi kami angkat di hari berbudaya, kami angkat budaya per pulau. Dengan kegiatan kecil, mengangkat budaya daerah. Selain itu adanya ekskul tari, setiap ada event provinsi kita ikut," tutupnya.
Ada dua guru penggerak di SMPN 1 Barong Tongkok, yakni Lusia Ping dan Neri Riyani. Diakui keduanya, menjadi guru penggerak memberikan pengetahun lebih terhadap bagaimana cara efektif mengajar siswa.
"Karena kami sadari SDM (sumber daya manusia) kami kurang. Kami juga guru penggerak di Kutai Barat yang dampaknya cukup signifikan," ucap Lusia Ping.
"Apa yang kami dapatkan dari guru penggerak dan dari Tanoto Foundation ini, kita jadi lebih banyak berinovasi. Karena peserta didik masing-masing punya potensi," tutup Neri Riyani.
"Siswa sangat antusias dengan kegiatan seperti ini, kearifan lokal. Kebetulan dari sekolah juga bekerja sama dengan dinas pendidikan untuk membuat video lagu. Kearifan lokal ini supaya mereka mengenal budaya mereka dan tidak melupakan budaya mereka," jelasnya.
Alfius menjelaskan, memang budaya barat ini membuat budaya lokal agak tenggelam. "Jadi kami angkat di hari berbudaya, kami angkat budaya per pulau. Dengan kegiatan kecil, mengangkat budaya daerah. Selain itu adanya ekskul tari, setiap ada event provinsi kita ikut," tutupnya.
Ada dua guru penggerak di SMPN 1 Barong Tongkok, yakni Lusia Ping dan Neri Riyani. Diakui keduanya, menjadi guru penggerak memberikan pengetahun lebih terhadap bagaimana cara efektif mengajar siswa.
"Karena kami sadari SDM (sumber daya manusia) kami kurang. Kami juga guru penggerak di Kutai Barat yang dampaknya cukup signifikan," ucap Lusia Ping.
"Apa yang kami dapatkan dari guru penggerak dan dari Tanoto Foundation ini, kita jadi lebih banyak berinovasi. Karena peserta didik masing-masing punya potensi," tutup Neri Riyani.
Lihat Juga :