Kesejahteraan Belum Membaik, Pekerjaan sebagai Nelayan Kian Ditinggalkan
Jum'at, 17 Juli 2020 - 13:05 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu pemicu rendahnya minta untuk menjadi nelayan, lanjut Ida, karena rendahnya kesejahteraan pekerja di bidang tersebut. Data menunjukkan bahwa mayoritas klaster perikanan nelayan berada pada status miskin. Bahkan, jumlah nelayan miskin berkontribusi cukup signifikan pada angka kemiskinan secara nasional, mencapai sekitar 25 persen.
“Kalau ini dibiarkan, maka akan semakin menyurutklan minat generasi muda untuk menjadi nelayan. Bahkan, saat ini banyak pemuda Indonesia yang lebih memilih sebagai anak buah kapal (ABK) di kapal ikan asing demi mencari kesejahteraan yang lebih baik,” imbuhnya.
(Baca: Lindungi ABK Indonesia, Menaker Tegaskan RPP Awak Kapal Dipercepat)
Ia menambahkan, dari sisi ketenagakerjaan perlu dilakukan upaya agar profesi nelayan sebagai pekerjaan yang layak dan menyejahterakan bagi pekerja. Terlebih lagi di masa pandemi Covid-19 yang berimbas pada sektor ketenagakerjaan.
Data pekerja yang terdampak Covid-19 yang dihimpun Kemenaker, baik pekerja formal maupun informal mencapai lebih dari 3 juta orang. Sedangkan dari data yang sudah ditelusuri melalui BPJS mencapai 1,7 juta orang yang terdampak terdata by name, by address.
“Kalau ini dibiarkan, maka akan semakin menyurutklan minat generasi muda untuk menjadi nelayan. Bahkan, saat ini banyak pemuda Indonesia yang lebih memilih sebagai anak buah kapal (ABK) di kapal ikan asing demi mencari kesejahteraan yang lebih baik,” imbuhnya.
(Baca: Lindungi ABK Indonesia, Menaker Tegaskan RPP Awak Kapal Dipercepat)
Ia menambahkan, dari sisi ketenagakerjaan perlu dilakukan upaya agar profesi nelayan sebagai pekerjaan yang layak dan menyejahterakan bagi pekerja. Terlebih lagi di masa pandemi Covid-19 yang berimbas pada sektor ketenagakerjaan.
Data pekerja yang terdampak Covid-19 yang dihimpun Kemenaker, baik pekerja formal maupun informal mencapai lebih dari 3 juta orang. Sedangkan dari data yang sudah ditelusuri melalui BPJS mencapai 1,7 juta orang yang terdampak terdata by name, by address.
(muh)
Lihat Juga :