Pahlawan Nasional Lahir Bulan Maret, Nomor 2 Perumus Naskah Proklamasi

Sabtu, 04 Maret 2023 - 01:16 WIB
loading...
Pahlawan Nasional Lahir...
Diorama Perumusan Naskah Proklamasi oleh Bung Karno, Bung Hatta, dan Achmad Soebardo di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sejumlah pahlawan nasional lahir pada bulan Maret . Di antara mereka ada yang merupakan perumus naskah Proklamasi Republik Indonesia.

Sedikitnya empat pahlawan nasional lahir pada bulan Maret, bulan ketiga kalender Masehi. Para tokoh yang berasal dari berbagai daerah tersebut diberi gelar pahlawan nasional berkat perjuangan dan jasanya membela bangsa dan negara.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, pahlawan nasional adalah gelar yang diberikan kepada warga negara Indonesia atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang sekarang menjadi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang gugur atau meninggal dunia demi membela bangsa dan negara, atau yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia.

Siapa saja pahlawan nasional lahir pada bulan Maret? Berikut SINDOnews tampilkan profil singkatnya:

1. RE Martadinata


Raden Eddy Martadinata atau lebih dikenal RE Martadinata merupakan pahlawan nasional asal Bandung. Ia seorang laksamana dan diplomat Angkatan Laut. Martadinata lahir pada 29 Maret 1921. Ia memulai pendidikan sekolah dasar di HIS Lahat dan lulus pada 1934.

Martadinata mulai bergabung dengan Angkatan Laut Indonesia pada 1945. Selama berkarier di Angkatan Laut, jabatan yang pernah diembannya adalah Wakil Komandan BKR Laut Jawa Barat, Ajudan Kepala Staf Umum TKR Laut, Menteri/Panglima Angkatan Laut. Ia pernah pula menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Pakistan pada Februari 1966.

Baca Juga: RE Martadinata, Pendiri Barisan Banteng Laut yang Gugur di Udara

Martadinata meninggal dunia dalan kecelakaan helikopter yang menabrak bukit di Riung Gunung saat menjalankan tugas negara pada 6 Oktober 1966. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Atas jasanya, pemerintah memberi gelar pahlawan nasional kepada Laksamana Laut RE Martadinata berdasarkan Keputusan Presiden No 190 Tahun 1966.

2. Achmad Soebardjo

Pahlawan Nasional Lahir Bulan Maret, Nomor 2 Perumus Naskah Proklamasi


Panel tokoh Achmad Soebardjo di Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Foto/Dok SINDOnews

Achmad Soebardjo adalah sosok pejuang kemerdekaan Indonesia dan pahlawan nasional. Bersama Soekarno dan Hatta, Achmad Soebardjo merumuskan naskah Proklamasi di Rumah Laksamana Maeda sebelum Proklamasi dibacakan pada Jumat, 17 Agustus 1945.

Soebardjo lahir di Karawang 23 Maret 1986. Dia memulai pendidikannya di Europeesche Lagere School. Ketika kuliah, ia aktif memperjuangkan kemerdekaan melalui organisasi. Soebardjo aktif menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) serta Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Baca Juga: Cerita di Balik Nama Bung Karno, Bung Hatta, dan Achmad Soebardjo

Saat Indonesia tengah berjuang meraih kemerdekaan, Soebardjo berhasil meyakinkan golongan muda untuk tidak buru-buru memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Tak hanya itu, Soebardjo pun memberi taruhan nyawa bahwa proklamasi Indonesia akan dikumandangkan pada 17 Agustus 1945.

Soebardjo dilantik menjadi Menteri Luar Negeri periode 1951-1952. Pada 1957-1961, ia dipercaya menjadi Duta Besar Indonesia di Swiss. Achmad Soebardjo meninggal dunia pada 15 Desember 1978. Atas jasanya, pemerintah memberi gelar pahlawan nasional pada 2009.

3. Sutan Syahrir

Sutan Syahrir lahir pada 5 Maret 1909. Ia merupakan Perdana Menteri pertama Indonesia. Syahrir mengenyam pendidikan di ELS dan MULO. Kemudian ia melanjutkan pendidikan ke di Universitas Amsterdam, Belanda.

Pada akhir tahun 1931, ia meninggalkan kampusnya serta memilih untuk kembali ke Indonesia untuk terjun dalam pergerakan nasional. Ia pun segera bergabung dengan PNI Baru pada Juni 1932 sebagai ketua.

Takut akan revolusioner PNI Baru, Belanda menangkap, memenjarakan hingga membuang Syahrir, Hatta serta pimpinan PNI Baru. Setelah tragedi tersebut, Soekarno menunjuk Syahrir menjadi Perdana Menteri untuk melanjutkan Perundingan Lingarjati.

Pada 1948, Syahrir mendirikan Partai Sosialis Indonesia. Namun, tahun 1962-1965, ia ditangkap serta dipenjarakan hingga mengalami stroke. Syahrir ditangkap karena Partai Sosialis Indonesia terlibat pemberontakan PRRI.

Melalui Keputusan Presiden No 76 Tahun 1966, Sutan Syahrir diberi gelar pahlawan nasional.

4. Otto Iskandar Dinata


Otto Iskandar Dinata lahir di Bojongsoang, 31 Maret 1987. Ia merupakan pahlawan nasional yang dijuluki Si Jalak Harupat. Otto menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Guru Atas. Bandung menjadi tempat Otto mulai aktif di dunia politik.

Pada 1925, Otto terjun ke organisasi Budi Utomo. Dia dipercaya menjadi anggota Dewan Kota Pekalongan mewakili Budi Utomo. Tahun 1942-1945, Otto menjadi pemimpin surat kabar Tjahaja. Kemudian dirinya diangkat menjadi anggota BPUPKI serta PPKI.

Baca Juga: Profil Otto Iskandar Dinata, Menteri Negara yang Jasadnya Tak Pernah Ditemukan

Setelah Indonesia merdeka, Otto menjabat sebagai Menteri Negara. Ia bertugas melakukan persiapan pembentukan BKR. Namun hal tersebut menimbulkan ketidakpuasan sehingga Otto menjadi korban penculikan. Dikabarkan, Otto dibunuh serta mayatnya dibuang ke laut dan jasadnya tidak ditemukan.

Pemerintah Indonesia menetapkan 20 Desember 1945 sebagai meninggalnya Otto. Atas jasanya kepada bangsa dan negara, Otto diangkat sebagai pahlawan nasional berdasar Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No 088/TK/Tahun 1973.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Besok, Prabowo Resmikan...
Besok, Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
GMNI Desak Pemerintah...
GMNI Desak Pemerintah Tetapkan Inggit Garnasih sebagai Pahlawan Nasional
Peringati 80 Tahun Peristiwa...
Peringati 80 Tahun Peristiwa Merah Putih, GPPMP Kenang Perjuangan Pahlawan
Kapolri Ziarah ke Makam...
Kapolri Ziarah ke Makam Marsinah: Mengenang Pahlawan Nasional Buruh!
Ziarah Makam Kotagede...
Ziarah Makam Kotagede dan Jejak Perjuangan Sultan HB II Menuju Pahlawan Nasional
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
Rekomendasi
Evan Marvino Bantah...
Evan Marvino Bantah Tudingan KDRT Terhadap Istri: Tidak Ada Pemukulan
Messi, Mbappe, Haaland...
Messi, Mbappe, Haaland Gacor: Ronaldo Masih Layak Disebut Kandidat Peraih Sepatu Emas?
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Berita Terkini
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Mahasiswa UBK Desak...
Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved