Pangan dan Pertahanan Negara

Jum'at, 17 Juli 2020 - 07:11 WIB
loading...
Pangan dan Pertahanan...
Dahnil Anzar Simanjuntak
A A A
Dahnil Anzar Simanjuntak
Peneliti Senior Institute Kajian Strategis UKRI


LOGISTIK tidak dapat memenangkan pertempuran. Tetapi, tanpa logistik pertempuran tidak dapat dimenangkan. Demikian semboyan terkenal di kalangan militer dalam menggambarkan betapa pentingnya logistik dalam sebuah operasi. Karena itu, kemenangan pasukan juga sangat ditentukan seberapa besar cadangan logistik yang dimiliki. Apalagi, dalam perang berlarut (protracted war).

Tidak heran kalau gudang logistik selalu jadi incaran musuh untuk dihancurkan terlebih dahulu. Saat perang saudara di Amerika pada tahun 1861-1865 misalnya, pasukan utara (The Union) melancarkan taktik blokade, terutama melalui laut dan sungai sehingga pasukan selatan (Confederate State) mengalami kelangkaan amunisi, terutama makanan. Bahkan, Jenderal Philip Sheridan menghancurkan basis pertanian pasukan Selatan.

Kita juga dahulu mengalaminya pada era perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu ketika Belanda menerapkan taktik blokade ekonomi, mencegah arus ekspor dan impor. Untuk menembus blokade tersebut, PM Sjahrir ketika itu mengirim bantuan beras ke India yang kemudian dibarter dengan tekstil dan obat-obatan. Siasat Sjahrir ini kemudian dikenal sebagai “diplomasi beras”.

Pentingnya logistik ini sampai Napoleon Bonaparte menyebut pergerakan pasukan ada di perutnya (an army marches on its stomach). Makanya, pemimpin militer dan politik Prancis itu memberi penghargaan dan uang dalam jumlah yang tidak sedikit kepada Nicholas Appert, penemu teknologi mengemas makanan untuk tentara Prancis (Subianto, 2012).

Menariknya, dari metode itulah kita sekarang mengenal makanan kaleng. Memang tidak dapat dinafikan bahwa banyak sarana dan prasarana untuk menunjang kemudahan manusia dalam beraktivitas saat ini pada mulanya untuk kepentingan militer. Seperti Global Positioning System (GPS) dan juga termasuk internet (interconnection-networking). Dalam hal ini militer Amerika Serikat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Juergen Klopp Selangkah...
Juergen Klopp Selangkah Lagi Jadi Pelatih Timnas Jerman
Berita Terkini
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Hadiahi Istri Arist Merdeka Sirait Ziarah Holyland
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Alasan Hotman Paris...
Alasan Hotman Paris Tidak Khawatir soal Ucapannya 'Lu Punya Otak Gak?' Dilaporkan ke Polisi
Kejagung Dijadwalkan...
Kejagung Dijadwalkan Periksa Febrie Adriansyah Hari Ini, Sebelumnya Mangkir
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur...
Pakar: Pertemuan Kapolri-Direktur FBI Langkah Strategis Hadapi Kejahatan Transnasional
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved