Fahri Hamzah Sebut Kebijakan Susi Larang Nelayan Tangkap Benur Salah Fatal

Kamis, 16 Juli 2020 - 20:50 WIB
loading...
Fahri Hamzah Sebut Kebijakan...
Fahri Hamzah. Foto/instagram
A A A
JAKARTA - Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyebut kebijakan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang melarang nelayan menangkap benih lobster (benur) sebagai sebuah kesalahan fatal.

"Melarang nelayan menangkap sumber daya kelautan, apalagi yang bernama benur lobster itu, satu kekeliruan yang fatal sekali," ujar Fahri Hamzah dalam Diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk “Polemik Lobster: Untungkan Rakyat atau Pengusaha?” di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta, yang diikuti Fahri Hamzah secara virtual, Kamis (16/7/2020).

(Baca: Ekspor Benih Lobster Dua Era, Konservatif Susi dan Menteri Edhy Liberal)

Politikus PKS yang kini menjadi Wakil Ketua Umum Partai Gelora ini mengatakan, ukuran sukses Menteri Pertanian yaitu jika petaninya gembira. Bagi Menteri Perdagangan, ukuran kesuksesannya jika pedagangnya gembira. Begitu pula Menteri Perindustrian, ukuran kesuksesannya adalah jika pelaku industri bahagia.

"Kalau Menteri Kelautan Perikanan, nelayannya happy, tentu dia sukses. Tapi kalau ada menteri di sektor, kemudian didemo oleh stakeholder terbesarnya, seharusnya ada evaluasi," kata pengusaha lobster itu.

Menurut Fahri, di era Susi Pudjiastuti ada provokasi dan kampanye yang luar biasa sehingga membuat akal buntu dan tidak berhasil menemukan apa yang sebenarnya terjadi.

"Tetapi itulah bangsa kita, bangsa yang tidur dengan feodalisme, lalu pejabat itu sering sulit disalahkan. Apalagi kalau sudah dipuji-puji juga oleh Presidennya dan lain-lainnya, akhirnya kita juga kritik itu seperti tidak mempan," katanya.

(Baca: Bagi-Bagi Izin Ekspor Benih Lobster, Edhy Prabowo: Memangnya Teman Saya Tidak Boleh Usaha?)

Fahri mengatakan, sebagai pensiunan penyelenggara negara yang masuk ke sektor masyarakat dan swasta, dia mendapatkan banyak laporan soal kesalahan kebijakan pemerintah di masa yang lalu.

"Saya kira terkait lobster ini yang terjadi pada masa lalu menurut hemat saya adalah kalahnya akal sehat oleh kampanye media yang berlebihan sehingga tingkah dari pejabat kementerian itu, seolah-olah benar, hanya karena dia membangun popularitas yang luar biasa," katanya.

(Baca: Jangan Obral Izin Ekspor Benih Lobster, DPR Cemaskan Perusahaan Jadi-jadian)

Dikatakan Fahri, luas laut di Indonesia mencapai 75% dari luas bumi. Karena itu, laut adalah masa depan Indonesia sehingga melarang nelayan melaut dengan alasan apapun, adalah satu tindakan yang tidak bisa dibenarkan. Yang diperlukan adalah bagaimana membuat skemanya. Faktanya, kata Fahri, kebijakan Menteri Edhy Prabowo diterima baik oleh masyarakat.

"Ini disambut pesta yang luar biasa kepada rakyat karena inilah yang masuk akal. Kalau kita berbicara mengelola laut, menciptakan masyarakat pesisir yang lebih baik, inilah kebijakannya. Bukan kemudian ditinggalkan begitu saja, lalu mereka suruh cari hidupnya masing-masing sehingga garis pantai kita adalah garis kemiskinan, itu yang saya kira tadi sudah banyak," katanya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Penasihat Ahli Kapolri...
Penasihat Ahli Kapolri Apresiasi Polda Bali Berhasil Bongkar TPPO KM Awindo A2
Fahri Hamzah Minta Elite...
Fahri Hamzah Minta Elite Nasional Jangan Terus Kembangkan Narasi Perpecahan
Menteri Trenggono Ungkap...
Menteri Trenggono Ungkap 100 Titik Kampung Nelayan Rampung Mei 2026
Fahri Hamzah Kritik...
Fahri Hamzah Kritik Saiful Mujani: Dunia Lagi Memerlukan Kita untuk Kompak Bersatu
KKP Gandeng Masyarakat...
KKP Gandeng Masyarakat Pesisir Lindungi Ekosistem Laut
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
Fahri Hamzah : Prabowo...
Fahri Hamzah : Prabowo Fokus Putus Rantai Ketimpangan Kaya dan Miskin
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Rekomendasi
Norwegia Tantang Brasil...
Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026: Iran Kecam Pejabat AS yang Ejek Kegagalan Team Melli
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved