Kenangan-Kenangan yang Terpelihara

Senin, 27 Februari 2023 - 07:52 WIB
loading...
A A A
Memberi perlawanan hanya akan membuat kita habis. Hancur lebur. Dan, kehancuran juga terasa dalam cerpen Menanam Rumah. “Mereka tahu lebih mudah menanam rumah di sawah.” (Menanam Rumah, halaman 48)

Semesta selalu mencari titik keseimbangan. Tidak perlu waktu lama, jika ada yang berat sebelah atau berkurang jatahnya, aliran energi akan membuatnya kembali netral. Ibu Bhumi menjadi panas karena terlalu banyak beton di permukaan. Maka, ketika hujan turun, jutaan kubik air seolah-olah sedang diserahi tugas mendinginkan temperatur di permukaan.

Air memang kawan terbaik, tetapi jika jumlahnya terlalu banyak, siapa pun akan tenggelam. Laksmi―tokoh anak dalam cerpen tersebut―sampai perlu berandai-andai ada topan yang sanggup mencerabut beton-beton itu dari kulit Ibu Bhumi.

Ada satu cerita superpendek (flash fiction) yang terselip di antara tujuh belas judul yang tersaji. Cerita berjudul Reuni ini mungkin akan melempar kita ke masa-masa sekolah. Bagi saya sendiri, terkadang, dari cerita superpendek ini kita mendapat sesuatu yang superpanjang. Dan, reuni sendiri adalah cara termudah (mungkin juga―maaf―yang terjahanam) untuk mengubrak-abrik kotak kenangan. Bahkan, tali mati yang menyegel kotak-kotak itu dibuat tidak berdaya.

Tidak dimungkiri, manusia memang unik. Ada yang suka bermain-main dengan kenangan, ada yang sengaja menguburnya, meskipun tahu itu tindakan yang percuma. Sebab, sejatinya kenangan bukan untuk dilupakan. Kenangan, ya, untuk dikenang. Lebih bagus lagi jika bisa dirayakan dalam senyap.

Yang Tersimpan Rapi di Dalam

Pikiran kita akan selalu diramaikan dengan ingatan-ingatan. Apakah sudah mematikan kompor sebelum pergi? Apakah kemarin si sulung sudah menyampaikan titipan untuk Ibu Guru? Apakah tagihan air di bulan Maret 2019 sama dengan Maret 2020? Apakah dahulu Ibu pernah mengajak naik kereta ke Surabaya? Kenapa Ayah sengaja memarahi kita di depan teman-teman?

Semua tentang masa lalu membawa kita ke masa kini dan membayangkan (atau mulai mengatur) masa depan. Siklus manusia selalu begitu. Lantas, apa yang terjadi apabila ingatan-ingatan itu tidak ada atau terselip entah di mana?

Well, sesuatu mungkin tetap berjalan sebagaimana mestinya, seperti tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya. Atau, kita berusaha terus menggali. Sebab, apa yang terjadi di masa kini adalah konsekuensi keputusan di masa lalu.

Dalam Thousand Cranes, Yasunari Kawabata mengajak kita menengok ritual minum teh yang digelar Kurimoto Chikako untuk mengenang Tuan Mitani, ayah Kikuji. Karena ritual itu ternyata melibatkan orang lain, gesekan tidak bisa dihindari. Ada orang lain yang merasa berhak mengenang Tuan Mitani dan datang ke acara itu tanpa tahu bahwa dirinya tidak diundang sama sekali. Prasangka-prasangka bermunculan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengelola Sawit untuk...
Mengelola Sawit untuk Indonesia yang Kuat
Mengenal System Shift,...
Mengenal System Shift, Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia
Mudiruna, Kisah Ulama...
Mudiruna, Kisah Ulama Cahaya dari Rumah Sederhana
Bukan Motivasi Kosong,...
Bukan Motivasi Kosong, Positivo Theory Jadi Panduan Nyata Anak Muda Bangun Masa Depan
Rustini Muhaimin Tekankan...
Rustini Muhaimin Tekankan Budaya Literasi dengan Gerakan Membaca
Prosumenesia: Era Baru...
Prosumenesia: Era Baru Konsumen Jadi Produsen Digital
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
Buku “Misi untuk Raka”...
Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
Berani Sehat, Tak Perlu...
Berani Sehat, Tak Perlu Takut Kuman
Rekomendasi
Piala Dunia 2026 Ternoda,...
Piala Dunia 2026 Ternoda, Tim Mesir Keluhkan Aksi Polisi Dallas
BEM Psikologi UI Sebut...
BEM Psikologi UI Sebut LGBT Bukan Penyimpangan, MUI: Kampus Harus Ajarkan Mental Spiritual
Arie Untung Dorong Sepatu...
Arie Untung Dorong Sepatu Lokal Naik Kelas, Hadir di Mal Bekasi
Berita Terkini
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Raksasa (yang) Tak Lagi...
Raksasa (yang) Tak Lagi Menakutkan
Roy Suryo Kembali Ajukan...
Roy Suryo Kembali Ajukan Gugatan Praperadilan, Polda Metro Jaya: Tidak Apa-apa
Transisi Energi, Prabowo...
Transisi Energi, Prabowo Akan Luncurkan BBM B50 pada 9 Juli 2026
AHY Serahkan Penentuan...
AHY Serahkan Penentuan Logo HUT ke-25 Partai Demokrat ke Publik, Ini Alasannya
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved