Tolak Sistem Proporsional Tertutup, PKS: Berpotensi Gerus Hak dan Kebebasan Rakyat
Minggu, 26 Februari 2023 - 06:06 WIB
loading...
Presiden PKS Ahmad Syaikhu menegaskan partainya menolak wacana untuk mengubah sistem pemilu dari proporsional terbuka menjadi proporsional tertutup. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu menegaskan partainya menolak wacana untuk mengubah sistem pemilu dari proporsional terbuka menjadi proporsional tertutup . Menurutnya, sistem tersebut akan menggerus hak dan kebebasan rakyat.
"Sistem proporsional tertutup berpotensi akan menggerus hak dan kebebasan rakyat untuk memilih wakilnya di legislatif secara langsung dalam pemilu," ujar Syaikhu dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKS 2023 bertema "Menang Bersama Rakyat" di Jakarta, Sabtu (25/2/2023). Baca juga: Wapres: Pemerintah Mendukung Sistem Pemilu Proporsional Terbuka
"Oleh karena itu, PKS konsisten memperjuangkan penolakan terhadap adanya wacana perubahan sistem pemilu menjadi proporsional tertutup," sambung dia.
Dia mengatakan adanya wacana untuk mengubah sistem pemilu dari proporsional terbuka menjadi proporsional tertutup di saat proses dan tahapan pemilu sudah berjalan sungguh tidaklah bijak.
Sebab menurutnya perubahan di tengah jalan akan mengacak-acak perencanaan. Serta sistem yang telah dirancang oleh semua unsur yang terlibat dalam pemilu, baik penyelenggara maupun peserta pemilu.
"Sistem proporsional tertutup berpotensi akan menggerus hak dan kebebasan rakyat untuk memilih wakilnya di legislatif secara langsung dalam pemilu," ujar Syaikhu dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKS 2023 bertema "Menang Bersama Rakyat" di Jakarta, Sabtu (25/2/2023). Baca juga: Wapres: Pemerintah Mendukung Sistem Pemilu Proporsional Terbuka
"Oleh karena itu, PKS konsisten memperjuangkan penolakan terhadap adanya wacana perubahan sistem pemilu menjadi proporsional tertutup," sambung dia.
Dia mengatakan adanya wacana untuk mengubah sistem pemilu dari proporsional terbuka menjadi proporsional tertutup di saat proses dan tahapan pemilu sudah berjalan sungguh tidaklah bijak.
Sebab menurutnya perubahan di tengah jalan akan mengacak-acak perencanaan. Serta sistem yang telah dirancang oleh semua unsur yang terlibat dalam pemilu, baik penyelenggara maupun peserta pemilu.
Lihat Juga :