Ayah Mario Dandy Punya Rekening Rp56 Miliar, KPK Angkat Bicara
Jum'at, 24 Februari 2023 - 09:46 WIB
loading...
KPK mencurigai rekening jumbo Rafael Alun Trisambodo, pejabat DJB yang anaknya ditahan gara-gara kasus penganiayaan. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Gara-gara anaknya, Rafael Alun Trisambodo ikut menjadi sorotan. Rafael adalah seorang pejabat Direktorat Jenderal Pajak, ayah dari Mario Dandy Satriyo , pelaku penganiayaan terhadap David, seorang putra Pengurus Pusat (PP) GP Ansor, Jonathan Latumahina.
Rafael ikut menjadi sorotaan setelah Mario Dandy “pamer” mobil mewah saat melakukan penganiayaan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun bahkan ikut menyoroti harta Rafael. Menurut data terakhir Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), harta yang dilaporkan Rafael mencapai Rp56,10 miliar.
Baca juga: Profil Mario Dandy Satriyo, Anak Pejabat yang Ditahan Gegara Penganiayaan di Pesanggrahan
Sebagai pejabat eselon III yang saat ini menjabat kepala Bagian Umum pada DJP Kantor Wilayah (Kanwil) Jakarta Selatan, KPK mencurigai rekening jumbo Rafael tersebut. Menurut Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan, harta jumbo tersebut tidak sesuai dengan profil Rafael yang menjabat sebagai eselon III.
"Rekening jumbo sih bukannya dilarang, kalau lihat di-announcement, banyak yang jumbo. Yang jadi masalah kan profilnya nggak match. Kalau profilnya match tidak apa-apa," ujar Pahala saat dikonfirmasi, Jumat (24/2/2023).
Rafael ikut menjadi sorotaan setelah Mario Dandy “pamer” mobil mewah saat melakukan penganiayaan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun bahkan ikut menyoroti harta Rafael. Menurut data terakhir Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), harta yang dilaporkan Rafael mencapai Rp56,10 miliar.
Baca juga: Profil Mario Dandy Satriyo, Anak Pejabat yang Ditahan Gegara Penganiayaan di Pesanggrahan
Sebagai pejabat eselon III yang saat ini menjabat kepala Bagian Umum pada DJP Kantor Wilayah (Kanwil) Jakarta Selatan, KPK mencurigai rekening jumbo Rafael tersebut. Menurut Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan, harta jumbo tersebut tidak sesuai dengan profil Rafael yang menjabat sebagai eselon III.
"Rekening jumbo sih bukannya dilarang, kalau lihat di-announcement, banyak yang jumbo. Yang jadi masalah kan profilnya nggak match. Kalau profilnya match tidak apa-apa," ujar Pahala saat dikonfirmasi, Jumat (24/2/2023).
Lihat Juga :