Pengamat Militer: Strategi Keunggulan Komparatif dan Kompetitif Kunci Ekspor Alutsista
Kamis, 23 Februari 2023 - 21:30 WIB
loading...
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hankam dan Siber Susaningtyas NH Kertopati mengatakan, ada dua strategi unggulan untuk meningkatkan kompetensi ekspor industri pertahanan. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menghadiri International Defence Exhibition and Conference (IDEX) di Abu Dhabi National Exhibition Center (ADNEC). Kehadiran Prabowo dalam pameran tersebut memenuhi undangan Presiden Uni Emirat Arab (UAE) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan guna memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara.
Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Bidang Hankam dan Siber Susaningtyas NH Kertopati mengatakan, untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi ekspor industri pertahanan dalam memproduksi alutsista ke mancanegara dapat ditempuh melalui 2 strategi keunggulan yakni, Strategi Keunggulan Komparatif dan Strategi Keunggulan Kompetitif.
Baca juga: Prabowo Kunjungi UEA Hadiri Undangan Presiden MBZ
“Strategi Keunggulan Komparatif mengutamakan kapasitas produk-produk yang mampu bersaing dengan kualitas yang sama sementara harga bisa lebih murah,” ujar Nuning panggilan akrab Susaningtyas NH Kertopati, Kamis (23/2/2022).
Pengamat militer dan intelijen ini mencontohkan, munisi ringan untuk peluru kaliber 5,56 mm atau 7,62 mm yang dipakai militer seluruh dunia. PT. Pindad harus memiliki kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat bekerja dengan teknologi pabrik yang lebih autonomus.
Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Bidang Hankam dan Siber Susaningtyas NH Kertopati mengatakan, untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi ekspor industri pertahanan dalam memproduksi alutsista ke mancanegara dapat ditempuh melalui 2 strategi keunggulan yakni, Strategi Keunggulan Komparatif dan Strategi Keunggulan Kompetitif.
Baca juga: Prabowo Kunjungi UEA Hadiri Undangan Presiden MBZ
“Strategi Keunggulan Komparatif mengutamakan kapasitas produk-produk yang mampu bersaing dengan kualitas yang sama sementara harga bisa lebih murah,” ujar Nuning panggilan akrab Susaningtyas NH Kertopati, Kamis (23/2/2022).
Pengamat militer dan intelijen ini mencontohkan, munisi ringan untuk peluru kaliber 5,56 mm atau 7,62 mm yang dipakai militer seluruh dunia. PT. Pindad harus memiliki kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat bekerja dengan teknologi pabrik yang lebih autonomus.
Lihat Juga :