alexametrics

Kawasan Ini Diprediksi Alami Kekeringan Parah

loading...
Kawasan Ini Diprediksi Alami Kekeringan Parah
Berdasarkan analisis BMKG dan LAPAN, beberapa wilayah di bagian selatan khatulistiwa bakal mengalami kekeringan parah. (Ilustrasi)
A+ A-
JAKARTA - Berdasarkan analisis BMKG dan LAPAN, beberapa wilayah di bagian selatan khatulistiwa bakal mengalami kekeringan parah. Kondisi ini dipengaruhi oleh badai El Nino Moderate yang membuat iklim semakin kering.

Kepala Pusat Data Informasi dan HUmas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kondisi ini akan memberikan efek cuaca yang parah. Bahkan kemungkinan awal musim hjan 2015 sampai 2016 di beberapa wilayah akan mengalami kemunduran.

"El Nino Moderate akan mengakibatkan kondisi iklim semakin kering dan mudah terjadi kebakaran hutan dan lahan," kata Sutopo di kantornya Jalan Pramuka Raya, Jakarta Timur, Selasa (28/7/2015).



Sutopo menambahkan, wilayah Indonesia yang mengalami efek nyata dari El Nino adalah wilayah di selatan khatulistiwa seperti, bagian tenggara wilayah Sumbar, Bengkulu, Jambi, Sumsel, Babel, Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulsel, Sultra, dan bagian barat daya Maluku.

"Musim kemarau hingga akhir November 2015, dan puncak kemarau Oktober-November 2015," tambah Sutopo.

El Nino dan dampaknya pada tahun 2015 akan lebih kecil dibandingkan dengan El Nino pada tahun1997. Dibandingkan dengan kekeringan tahun 2014, kekeringan pada tahun 2015 diprediksi akan parah.

Sutopo menjelaskan, di beberapa tempat di Jawa, Bali, NTB dan NTT sudah terjadi kekeringan ekstrim. "Kondisinya tidak ada hujan lebih dari dua bulan," tandasnya

Wilayah yang tidak terguyur hujan tersebut seperti di Kabupaten Cirebon dan Majalengka (Jawa Barat), Kabupaten Madiun, Lamongan, Gresik, Malang, Pasuruan dan Bondowoso (Jatim), Kabupaten Buleleng, Bangli (Bali), Pulau Lombok, Sumbawa Besar, Bima (NTB), pulau Sumba dan pulau Timor (NTT).
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak