Mudah Rayakan Acara Keagamaan, TGB Zainul Majdi Ajak Umat Bersyukur Tinggal di Indonesia
Minggu, 19 Februari 2023 - 06:57 WIB
loading...
Ketua Umum NWDI TGB HM Zainul Majdi mengisi tausiah Tabligh Akbar Isra Mikraj di Lapangan Bola Taman Banten Lestari, Kota Serang, Sabtu (18/2/2023). Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia TGB HM Zainul Majdi mengajak umat Islam bersyukur dapat tinggal di Indonesia. Pasalnya, peringatan hari besar keagamaan, seperti acara Isra Mikraj kerap mudah digelar di negeri ini.
"Tidak banyak negara seperti Indonesia, begitu bebas menggelar peringatan hari besar agama," kata TGB Zainul Majdi saat mengisi tausiah Tabligh Akbar Isra Mikraj di Lapangan Bola Taman Banten Lestari, Kota Serang, Sabtu (18/2/2023).
Ketua Harian Nasional Partai Persatuan Indonesia (Perindo) ini membandingkan dengan negara Arab. Ia berkata, kegiatan pengajian di Arab terbatas. Kemudian, di Mesir hanya di masjid besar yang dapat menggelar acara keagamaan. Bahkan, acara maulid nabi, Isra Mikraj, dan Nuzulul Quran digelar hanya sekali di sana.
"Beda dengan di Indonesia digelar di kampung-kampung," ucap TGB. Baca juga: Penyelenggaraan Acara Keagamaan Perlu Perhatikan 5 Hal Penting
Atas dasar itu, TGB merasa tak setuju bila ada yang menganggap umat islam ditindas di Indonesia. Padahal, di tanah air terdapat ormas Islam terbesar yakni Nahdlatul Ulama.
Tak hanya itu, jumlah masjid yang ada juga lebih dari 800 ribu tersebar di berbagai pelosok negeri. Menurutnya, jumlah tempat ibadah ini mengalahkan negara Arab.
"Kalau umat Islam ditindas tak mungkin jumlahnya sebanyak ini," ucap Ketua Umum Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyah (NWDI) ini.
"Tidak banyak negara seperti Indonesia, begitu bebas menggelar peringatan hari besar agama," kata TGB Zainul Majdi saat mengisi tausiah Tabligh Akbar Isra Mikraj di Lapangan Bola Taman Banten Lestari, Kota Serang, Sabtu (18/2/2023).
Ketua Harian Nasional Partai Persatuan Indonesia (Perindo) ini membandingkan dengan negara Arab. Ia berkata, kegiatan pengajian di Arab terbatas. Kemudian, di Mesir hanya di masjid besar yang dapat menggelar acara keagamaan. Bahkan, acara maulid nabi, Isra Mikraj, dan Nuzulul Quran digelar hanya sekali di sana.
"Beda dengan di Indonesia digelar di kampung-kampung," ucap TGB. Baca juga: Penyelenggaraan Acara Keagamaan Perlu Perhatikan 5 Hal Penting
Atas dasar itu, TGB merasa tak setuju bila ada yang menganggap umat islam ditindas di Indonesia. Padahal, di tanah air terdapat ormas Islam terbesar yakni Nahdlatul Ulama.
Tak hanya itu, jumlah masjid yang ada juga lebih dari 800 ribu tersebar di berbagai pelosok negeri. Menurutnya, jumlah tempat ibadah ini mengalahkan negara Arab.
"Kalau umat Islam ditindas tak mungkin jumlahnya sebanyak ini," ucap Ketua Umum Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyah (NWDI) ini.
Lihat Juga :