Pengamat Nilai Suara Partai Akan Naik jika Wiranto Gabung PAN
Minggu, 19 Februari 2023 - 06:14 WIB
loading...
A
A
A
Setelah ditinggalkan Wiranto, suara Hanura anjlok, karena sebagaian besar pengikut loyal Wiranto meninggalkan Hanura.
"Coba lihat statistik ini sebagai bukti. Pada Pemilu 2014 Hanura mendapatkan 6,5 juta suara atau 5,26%. Pada Pemilu 2019, ketika Hanura tanpa Wiranto, suaranya anjlok menjadi 2,1 juta atau 1,5% dan gagal lolos ke Senayan, karena tidak lolos electoral threshold," kata Sri.
"Artinya politikus Hanura pendukung Wiranto di pusat dan daerah mengontrol 4,15% atau 4,4 juta suara," lanjut Yunanto.
Selain sebagai mantan Ketua Umum (Ketum) Hanura, Wiranto yang juga mantan Menko Polhukam dua Kali dan saat ini sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, itu mempunyai predikat yang lengkap.
"Sehingga ia dikenal sebagai seorang petinggi militer, politisi tetapi juga negarawan. Ia sudah kenyang dengan asam-garam perjalanan bangsa Indonesia, sejak awal reformasi hingga saat ini," ungkapnya.
"Coba lihat statistik ini sebagai bukti. Pada Pemilu 2014 Hanura mendapatkan 6,5 juta suara atau 5,26%. Pada Pemilu 2019, ketika Hanura tanpa Wiranto, suaranya anjlok menjadi 2,1 juta atau 1,5% dan gagal lolos ke Senayan, karena tidak lolos electoral threshold," kata Sri.
"Artinya politikus Hanura pendukung Wiranto di pusat dan daerah mengontrol 4,15% atau 4,4 juta suara," lanjut Yunanto.
Selain sebagai mantan Ketua Umum (Ketum) Hanura, Wiranto yang juga mantan Menko Polhukam dua Kali dan saat ini sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, itu mempunyai predikat yang lengkap.
"Sehingga ia dikenal sebagai seorang petinggi militer, politisi tetapi juga negarawan. Ia sudah kenyang dengan asam-garam perjalanan bangsa Indonesia, sejak awal reformasi hingga saat ini," ungkapnya.
Lihat Juga :