Risma Klaim Telah Terjemahkan Pancasila dalam Program Kemensos
Jum'at, 17 Februari 2023 - 11:51 WIB
loading...
Mensos Tri Rismaharini saat Kick Off Meeting Pancasila dalam Tindakan Gerakan Semesta Berencana Mencegah Stunting, Kekerasan Seksual pada Anak dan Perempuan, Kekerasan dalam Rumah Tangga, serta Mengantisipasi Bencana, Kamis (16/2/2023). FOTO/IST
A
A
A
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengaku mencoba menerjemahkan ajaran Pancasila dalam setiap program di kementeriannya. Setiap kebijakan diambil untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Hal ini disampaikan Risma saat Kick Off Meeting Pancasila dalam Tindakan Gerakan Semesta Berencana Mencegah Stunting, Kekerasan Seksual pada Anak dan Perempuan, Kekerasan dalam Rumah Tangga, serta Mengantisipasi Bencana, Kamis (16/2/2023). "Saya mencoba semua memang, menerjemahkan Pancasila di dalam setiap langkah yang kita lakukan," kata Mensos Risma dikutip dari keterangan resminya, Jumat (17/2/2023).
Menurutnya, kebijakan dan program Kementerian Sosial seperti pembangunan Rumah Sederhana Terpadu dilakukan dengan cara gotong royong. Selain membangun kebersamaan dan sikap tolong menolong, kegiatan gotong royong juga dapat menghemat anggaran, seperti dalam penanganan bencana di Majene, Sulawesi Barat dan pembangunan sekolah.
Kemensos, kata Risma, juga mengangkat derajat seseorang sesuai dengan ajaran Pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab. Contohnya, PM yang sebelumnya merupakan seorang pemulung, saat ini bekerja sebagai pegawai di salah satu perusahaan kontraktor bangunan. Kemensos juga membantu Gading, seorang disabilitas lengkap, yang saat ini sudah berhasil keluar dari kemiskinan melalui sejumlah bantuan.
Dalam menjalankan sila kedua dan kelima Pancasila, Kemensos membanguna rusunawa untuk pemulung, gelandangan, dan pengemis di 11 kota agar mereka tinggal di tempat layak dan meningkatkan taraf hidup. Selain itu, bantuan sosial disalurkan hingga ke pelosok seperti Kampung Erosaman di Papua dan Suku Anak Dalam di Jambi.
Risma menyatakan, hal tersebut sejalan dengan penanaman nilai-nilai Pancasila di sila ketiga yaitu, mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturnan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
Hal ini disampaikan Risma saat Kick Off Meeting Pancasila dalam Tindakan Gerakan Semesta Berencana Mencegah Stunting, Kekerasan Seksual pada Anak dan Perempuan, Kekerasan dalam Rumah Tangga, serta Mengantisipasi Bencana, Kamis (16/2/2023). "Saya mencoba semua memang, menerjemahkan Pancasila di dalam setiap langkah yang kita lakukan," kata Mensos Risma dikutip dari keterangan resminya, Jumat (17/2/2023).
Menurutnya, kebijakan dan program Kementerian Sosial seperti pembangunan Rumah Sederhana Terpadu dilakukan dengan cara gotong royong. Selain membangun kebersamaan dan sikap tolong menolong, kegiatan gotong royong juga dapat menghemat anggaran, seperti dalam penanganan bencana di Majene, Sulawesi Barat dan pembangunan sekolah.
Kemensos, kata Risma, juga mengangkat derajat seseorang sesuai dengan ajaran Pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab. Contohnya, PM yang sebelumnya merupakan seorang pemulung, saat ini bekerja sebagai pegawai di salah satu perusahaan kontraktor bangunan. Kemensos juga membantu Gading, seorang disabilitas lengkap, yang saat ini sudah berhasil keluar dari kemiskinan melalui sejumlah bantuan.
Dalam menjalankan sila kedua dan kelima Pancasila, Kemensos membanguna rusunawa untuk pemulung, gelandangan, dan pengemis di 11 kota agar mereka tinggal di tempat layak dan meningkatkan taraf hidup. Selain itu, bantuan sosial disalurkan hingga ke pelosok seperti Kampung Erosaman di Papua dan Suku Anak Dalam di Jambi.
Risma menyatakan, hal tersebut sejalan dengan penanaman nilai-nilai Pancasila di sila ketiga yaitu, mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturnan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
Lihat Juga :