Angin Kencang Terjang Wilayah Jabar, Begini Analisis Stasiun Klimatologi

Kamis, 09 Februari 2023 - 16:34 WIB
loading...
Angin Kencang Terjang...
Stasiun Klimatologi Jawa Barat menganalisis penyebab terjadinya fenomena angin kencang khususnya di wilayah Jabar, Kamis (9/2/2023) siang. Foto: Ilustrasi/Dok SINDOnews
A A A
BOGOR - Stasiun Klimatologi Jawa Barat menganalisis penyebab terjadinya fenomena angin kencang khususnya di wilayah Jawa Barat, Kamis (9/2/2023) siang. Terdapat beberapa fenomena global dan regional yang mendukung potensi terjadinya angin kencang.

"Pertumbuhan awan-awan konvektif dan atau penambahan hujan di wilayah Jabar di antaranya indeks Nino 3.4 berada pada nilai-0.50 yang menunjukkan kondisi La Nina, kelembapan wilayah Jabar berkisar 60-95 persen menunjukkan ketersediaan uap air yang cukup tinggi di wilayah Jabar. MJO berada pada kuadran 4 (Maritime Continent) yang berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat Indra Gustari, Kamis (9/2/2023).
Baca juga: Angin Kencang Sapu Rumah Warga Rumpin Bogor hingga Ambruk

Kemudian, terdapat aktivitas monsoon Asia dan terpantau Siklon Tropis Freddy yang berada di Samudera Hindia Selatan Jawa Timur dengan kecepatan 75 knots (mencapai 140 km per jam) dan tekanan 970 milibar.

Adanya Siklon Tropis ini menyebabkan dampak tidak langsung di wilayah Indonesia yaitu membentuk daerah pertemuan atau perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Samudera Hindia Barat Sumatera hingga Samudera Hindia Selatan Jawa.

"Menyebabkan peningkatan intensitas hujan dan kecepatan angin permukaan terutama di Banten, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur hingga wilayah Pulau Bali," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
BMKG: 48,9% Wilayah...
BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
El Nino Diprediksi Mulai...
El Nino Diprediksi Mulai Pertengahan 2026, BMKG: Waspada Potensi Karhutla
Cegah Karhutla Akibat...
Cegah Karhutla Akibat El Nino, Kemenhut-BMKG Perkuat Modifikasi Cuaca
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Mencapai 4 Meter di Beberapa Perairan hingga 22 April 2026
Kemarau Makin Meluas,...
Kemarau Makin Meluas, BMKG Prediksi Potensi Hujan Lokal Masih Tetap Ada
Fenomena Bediding Terjadi...
Fenomena Bediding Terjadi Lagi, BMKG: Suhu di Dieng Hampir Sentuh Titik Beku 0,7 Derajat Celsius
Suhu di Papua Barat...
Suhu di Papua Barat Tembus 39,2 Derajat Celsius, Panas Tertinggi di Indonesia
Rekomendasi
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
Berita Terkini
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Infografis
10 Negara yang Memiliki...
10 Negara yang Memiliki Wilayah Paling Luas di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved