Menkes: Kasus Gagal Ginjal Akut Kembali Ditemukan, Satu Orang Anak Meninggal Dunia

Kamis, 09 Februari 2023 - 06:36 WIB
loading...
Menkes: Kasus Gagal...
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi kasus gagal ginjal kembali ditemukan, satu anak meninggal dunia. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kasus gagal ginjal akut pada anak kembali ditemukan, setelah sebelumnya sempat mereda. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi temuan kasus pada satu orang anak dari dua suspek. Hasilnya ditemukan kandungan etilen glikol dan dietilen glikol di atas ambang batas dalam darah salah satu anak dan juga obat yang dikonsumsinya.

Namun, karena rujukan yang terlambat pada salah seorang anak di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat menyebabkan satu orang anak meninggal dunia.

"Memang kita sudah lama enggak lihat ada kasus, bulan ini ada dua anak yang dicurigai gagal ginjal akut. Yang satu sudah di-confirm tidak, yang satu confirm iya dan yang confirm gagal ginjal akut ini yang diterima di RSCM sudah terlambat, jadi kita kasih treatment Fomipizol karena obatnya udah ada, sudah terlambat sehingga pada hari yang sama dia wafat," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta yang dikutip Kamis (9/2/2023).

Baca juga: Bareskrim Ungkap Ada Faskes yang Tutup Mulut soal Kasus Gagal Ginjal

Budi menjelaskan, Kemenkes melalui RSCM sudah mengambil sampel darah anak tersebut untuk kemudian diteliti di Labkesda DKI, hasilnya menunjukkan ada kandungan etilen glikol dan dietilen glikol dalam darah anak tersebut. "Hasilnya, baik di si anaknya, darahnya ada etilin glikol dan dietilin glikol dan di sampelnya (obatnya) juga ada dengan kader yang di atas batas," ungkapnya.

Baca juga: BPOM Sebut Obat Sirup yang Diminum Pasien Gagal Ginjal Akut di Jakarta Boleh Digunakan

Oleh karena itu, kata Budi, Kemenkes berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengambil beberapa sampel lain dari obat tersebut, namun hasil di BPOM menunjukkan kandungannya masih dalam ambang batas. "Udah itu diteliti oleh labnya BPOM, hasil dari labnya BPOM itu masih di dalam ambang batas," kata Budi.

Sehingga, Budi meminta agar sampel obat tersebut kembali diuji di laboratorium pembanding dengan metode yang sama, dan hasilnya nanti akan disampaikan Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes dan juga Kepala BPOM agar ada informasi yang lebih jelas yang disampaikan ke masyarakat.

"Nah nanti saya akan minta Ibu Dirjen sama Ibu Kepala BPOM kalau bisa bersama-sama nanti memberikan keterangan pers ke publik sesudah hasil dari lab independen beberapa ini ada. Sehingga dengan demikian bisa memberikan kejelasan ke masyarakat penyebabnya itu apa," tandas eks Wamen BUMN ini.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Menkes Siap Dukung 4...
Menkes Siap Dukung 4 Langkah BGN untuk MBG
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
Menkes Soroti Konsumsi...
Menkes Soroti Konsumsi Mayones Berlebihan, Satu Sendok Mengandung 100 Kalori
Menkes Ungkap Bahaya...
Menkes Ungkap Bahaya Tersembunyi Kecap Manis, Kandungan Natriumnya Ternyata Tinggi
Rekomendasi
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Berita Terkini
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Infografis
Menkes: Laki-laki Celananya...
Menkes: Laki-laki Celananya Ukuran 33 Lebih Cepat Meninggal Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved