Satu Abad NU, Firli Bahuri Tegaskan Kontribusi Penting NU bagi Pemberantasan Korupsi
Selasa, 07 Februari 2023 - 21:57 WIB
loading...
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menegaskan peran penting Nahdlatul Ulama (NU) bagi upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menegaskan peran penting Nahdlatul Ulama (NU) bagi upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.Dia mengatakan para ulama dan tokoh NU senantiasa konsisten menanamkan nilai-nilai antkorupsi sejak dulu hingga sekarang.
“Sumbangsih dan wujud nyata serta peran aktif NU dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia, dapat dilihat dari nilai-nilai pendidikan antikorupsi dalam perspektif Islam," kata Firli melalui keterangan tertulis, Selasa (7/2/2023). Baca juga: Partai Perindo Siap Berkolaborasi dengan NU Wujudkan Indonesia Maju dan Sejahtera
Nilai-nilai tersebut senantiasa ditanamkan sejak dini kepada warga Nahdliyin di sekolah, mulai dari pesantren hingga bangku kuliah. Selanjutnya, Nahdliyin menyebarkan serta megaplikasikan nilai itu di tengah masyarakat sehingga tumbuh kesadaran moral antikorupsi.
“NU adalah pelopor recovery sekaligus restrukturisasi pembangunan akhlak dan karakter antikorupsi pada diri anak-anak Indonesia, dengan menyemai beni-benih antikorupsi sejak dini, karena kaum Nahdlyin sadar bahwasanya korupsi adalah musuh agama dan aliran kepercayaan apapun di NKRI,” tuturnya.
Tidak hanya melalui pendidikan, Firli juga menyebut para ulama, kiai, dan tokoh NU menyebar nilai-nilai antikorupsi melalui dakwah seperti saat khutbah salat Jumat, kuliah tujuh menit usai salat wajib, ceramah pengajian, dan sebagainya.
Dengan metode ceramah yang menarik serta penyampaian yang sejuk dan teduh, pesan-pesan nilai mudah diterima, dipahami, dan dijalani umat.“Sosok seorang Nahdliyin yang memiliki kepribadian kuat, akhlak, moral dan berbudi pekerti luhur, jujur, sederhana serta menjunjung tinggi integritas sebagai makhluk ciptaan-Nya, tentunya menjadi contoh sekaligus panutan bagi kita,” jelas Firli.
Firli mengakui sosok Nahdliyin kerap menjadi panutan sikap dan perilaku antikorupsi. Tak terkecuali di lingkungan KPK.Keberadaan mereka memantulkan semangat tehadap punggawa lain untuk terus berjuang, mengabdi tanpa batas, melawan korupsi.
“Sumbangsih dan wujud nyata serta peran aktif NU dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia, dapat dilihat dari nilai-nilai pendidikan antikorupsi dalam perspektif Islam," kata Firli melalui keterangan tertulis, Selasa (7/2/2023). Baca juga: Partai Perindo Siap Berkolaborasi dengan NU Wujudkan Indonesia Maju dan Sejahtera
Nilai-nilai tersebut senantiasa ditanamkan sejak dini kepada warga Nahdliyin di sekolah, mulai dari pesantren hingga bangku kuliah. Selanjutnya, Nahdliyin menyebarkan serta megaplikasikan nilai itu di tengah masyarakat sehingga tumbuh kesadaran moral antikorupsi.
“NU adalah pelopor recovery sekaligus restrukturisasi pembangunan akhlak dan karakter antikorupsi pada diri anak-anak Indonesia, dengan menyemai beni-benih antikorupsi sejak dini, karena kaum Nahdlyin sadar bahwasanya korupsi adalah musuh agama dan aliran kepercayaan apapun di NKRI,” tuturnya.
Tidak hanya melalui pendidikan, Firli juga menyebut para ulama, kiai, dan tokoh NU menyebar nilai-nilai antikorupsi melalui dakwah seperti saat khutbah salat Jumat, kuliah tujuh menit usai salat wajib, ceramah pengajian, dan sebagainya.
Dengan metode ceramah yang menarik serta penyampaian yang sejuk dan teduh, pesan-pesan nilai mudah diterima, dipahami, dan dijalani umat.“Sosok seorang Nahdliyin yang memiliki kepribadian kuat, akhlak, moral dan berbudi pekerti luhur, jujur, sederhana serta menjunjung tinggi integritas sebagai makhluk ciptaan-Nya, tentunya menjadi contoh sekaligus panutan bagi kita,” jelas Firli.
Firli mengakui sosok Nahdliyin kerap menjadi panutan sikap dan perilaku antikorupsi. Tak terkecuali di lingkungan KPK.Keberadaan mereka memantulkan semangat tehadap punggawa lain untuk terus berjuang, mengabdi tanpa batas, melawan korupsi.
Lihat Juga :