Komisi II DPR Minta Menpan RB Kalkulasi ASN Terdampak Perampingan Lembaga

Rabu, 15 Juli 2020 - 12:18 WIB
loading...
Komisi II DPR Minta...
Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia Tanjung. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Komisi II DPR menyambut positif rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin melakukan penghapusan sejumlah lembaga negara yang dinilai tidak perlu. Namun demikian, pihaknya meminta kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) untuk mengkaji secara matang termasuk dampaknya terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di lembaga tersebut.

“Kami di Komisi II sejak awal raker pertama merespons pernyataan pak Jokowi untuk melakukan penghapusan eselon III dan IV tetapi kemudian yang disampiakan menpan RB waktu itu perampingan sebetulnya. Jadi intinya adalah efisiensi dan efektivitas dari semua tugas-tugas yang dilakukan ASN,” kata Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia Tanjung di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2020).

(Baca: Jokowi Sasar Lembaga Negara, CBA: Rampingkan Dulu Lingkar Istana)

Kemudian, Doli melanjutkan, Kemenpan RB pun telah diminta untuk melakukan kajian dan analisis terkait rencana itu sehingga, pada pertemuan rapat terakhir sudah mulai kelihatan desain besar sistem birokrasi Indonesia ini akan seperti apa. Namun demikian, Komisi II pun belum diberitahu jumlah maupun lembaga apa saja yang akan dibubarkan atau digabungkan.

“Nah, kami juga kira-kira seminggu yang lalu ketemu Menpan RB kita belum mendapatkan waktu itu jumlah sebagai bentuk dari bagian desain itu mana-mana saja dan berapa besarnya kita belum mantau secara resmi,” terang Doli.

Akan tetapi, Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menegaskan bahwa pembubaran atau penggabungan lembaga negara ini harus dikaji secara matang, karena ini menyangkut tugas dan fungsi lembaga. Dan terkadang, ada juga tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang bisa dilakukan dengan lembaga yang lain atau disebut penggabungan/merger dan cara lainnya.

Doli menekankan bahwa yang perlu diperhatikan betul adalah konsekuensi dari pembubaran atau penggabungan lembaga negara itu. Karena, akan ada ASN yang terdampak dan ini juga harus diperhitungan atau dirasionalisasi.

(Baca: Yasonna Bikin Kesal, Komisi II DPR Siapkan Teguran lewat Presiden)

“Itu juga yang menajdi isu kita terakhir supaya rasionalisasi ini tepat momentum, tepat sasaran dan tepat konsep. Kaya yang kemarin ini kan penerimaan ASN di tahun 2020 kan smenetara dihentikan, kita waktu itu minta hitung-hitungannya, apa dasarnya? ada sejumlah ASN yang masuk masa pensiun jadi pada saat nanti memang terjadi perampingan, habis dulu banyak, baru kita cari lagi kebutuhan riilnya berapa,” ujarnya.

Saat ditanya kembali soal lembaga dan jumlahnya yang akan dibuarkan atau digabung, Doli mengaku Komisi II DPR belum mendapatkan laporan resmi soal itu.

“Itu detailnya belum, kita belum sampai sana. makannya 18 lembaga terus ada 90 lembaga itu belum disampaikan resmi kepada kami di Komisi II,” tandasnya. *kiswondari
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Gelar OTT, KPK Tangkap...
Gelar OTT, KPK Tangkap 5 ASN BPK
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Sebut Banyak Tenaga...
Sebut Banyak Tenaga Honorer Tak Kompeten, Mendagri Singgung Titipan Pejabat Lama
Kapolri Buka Peluang...
Kapolri Buka Peluang Sipil Duduki Jabatan di Polri, Pakar: Modernisasi Kelembagaan
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
WFH ASN Tiap Jumat Dipastikan...
WFH ASN Tiap Jumat Dipastikan Lanjut untuk 2 Bulan ke Depan
Biadab, OPM Tembak Mati...
Biadab, OPM Tembak Mati ASN di Yahukimo Papua
Kisah Tono Suwarna,...
Kisah Tono Suwarna, Tinggalkan PNS Kini Jadi Petani Sukses Bawang Merah di Jabar
Rekomendasi
Bagaimana Presiden FIFA...
Bagaimana Presiden FIFA Keliling 4 Zona Waktu Setiap Hari Selama Piala Dunia 2026?
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
Jadwal Cuti Bersama...
Jadwal Cuti Bersama ASN Tahun 2026, Catat Tanggalnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved