ISNU Siap Berkhidmat di Abad ke-2 Nahdlatul Ulama
Senin, 06 Februari 2023 - 19:21 WIB
loading...
A
A
A
Diketahui, ISNU sebagai organisasi yang didirikan berbasis intelektualitas, profesionalitas, dan keahlian tertentu siap mendedikasikan kadernya untuk kehidupan NU, bangsa dan negara Indonesia, dalam memasuki NU di abad ke-2. Dalam pantauan dan dokumen ditunjukkan bahwa ISNU memiliki 634 guru besar dan mendekati 3.000 doktornya, serta S2 yang tak terbilang jumlahnya, hal ini dibenarkan oleh Ali Masykur Musa.
Kader tersebut merupakan potensi besar yang didedikasikan ISNU untuk membangun NU ke depan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia. Kader ISNU tersebut menempati sebagai rektor di berbagai universitas negeri umum maupun keagamaan yang jumlahnya sebanyak 44 perguruan tinggi, dan birokrat di hampir semua kementerian.
Pria yang akrab disapa Cak Ali ini menuturkan, generasi muda NU khususnya dari ISNU harus diorientasikan dengan meningkatkan skill dan teknokrasi yang berbasis IT dan memiliki sertifikasi yang berstandar nasional sehingga terlahir para profesional di lingkungan NU di berbagai bidang. “Kader NU ini siap untuk mengisi seluruh jabatan-jabatan tehnokrasi dan profesionalitas di dunia kerja baik dalam bidang pemerintahan, korporasi, dan bisnis,” katanya yang juga sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Pasulukan Al-Masykuriyyah ini.
Dia menambahkan, ISNU sebagai kader NU harus memiliki sikap dan etika modern sebagai wujud kemampuan kualitas teknokrat NU yang siap diterima dalam kepemimpinan nasional, daerah, dan di dunia profesional. Kader modern ISNU ini di antaranya ditandai dengan disiplin, profesional, komprehensif, konsisten, dan senantiasa beradaptasi dengan perubahan.
Sikap dan etika kader NU ini sesuai dengan kaidah almukhafadhotul ala qodimissholih, wal ahdzu bil jadidil ashlah. Lebih lanjut dia mengatakan, modernisasi kehidupan dewasa ini yang ditandai dengan revolusi di bidang IT disebut juga Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, bahwa semua kehidupan harus berbasis digital, seperti e-commerce, e-marketing, dan e-birocration baik di bidang ekonomi melalui marketplace dan teknologi birokrasi melalui e-office.
Kader tersebut merupakan potensi besar yang didedikasikan ISNU untuk membangun NU ke depan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia. Kader ISNU tersebut menempati sebagai rektor di berbagai universitas negeri umum maupun keagamaan yang jumlahnya sebanyak 44 perguruan tinggi, dan birokrat di hampir semua kementerian.
Pria yang akrab disapa Cak Ali ini menuturkan, generasi muda NU khususnya dari ISNU harus diorientasikan dengan meningkatkan skill dan teknokrasi yang berbasis IT dan memiliki sertifikasi yang berstandar nasional sehingga terlahir para profesional di lingkungan NU di berbagai bidang. “Kader NU ini siap untuk mengisi seluruh jabatan-jabatan tehnokrasi dan profesionalitas di dunia kerja baik dalam bidang pemerintahan, korporasi, dan bisnis,” katanya yang juga sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Pasulukan Al-Masykuriyyah ini.
Dia menambahkan, ISNU sebagai kader NU harus memiliki sikap dan etika modern sebagai wujud kemampuan kualitas teknokrat NU yang siap diterima dalam kepemimpinan nasional, daerah, dan di dunia profesional. Kader modern ISNU ini di antaranya ditandai dengan disiplin, profesional, komprehensif, konsisten, dan senantiasa beradaptasi dengan perubahan.
Sikap dan etika kader NU ini sesuai dengan kaidah almukhafadhotul ala qodimissholih, wal ahdzu bil jadidil ashlah. Lebih lanjut dia mengatakan, modernisasi kehidupan dewasa ini yang ditandai dengan revolusi di bidang IT disebut juga Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, bahwa semua kehidupan harus berbasis digital, seperti e-commerce, e-marketing, dan e-birocration baik di bidang ekonomi melalui marketplace dan teknologi birokrasi melalui e-office.
Lihat Juga :