Politikus Senior Golkar Raih Doktor Administrasi Negara
Senin, 06 Februari 2023 - 17:04 WIB
loading...
A
A
A
Dalam penelitiannya, Agun menggunakan Teknik Slovin untuk perhitungan populasi dan sampel, sehingga penelitian ini melibatkan 69 dari 222 responden kuantitatif dari internal Golkar serta narasumber kualitatif sebanyak 22 narasumber internal dari elite Golkar dan pakar.
"Selama era Reformasi dari tahun 1999-2022, fungsi rekrutmen mengalami fluktuasi dan berjalan dengan mekanisme yang berubah-ubah," katanya.
Berdasarkan disertasinya, Agun memaparkan, di awal reformasi masih kental nuansa PDLT (prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela). Namun dalam perkembangan berikutnya terkait dengan perubahan sistem pemilu, Golkar turut pada mekanisme vote getter yang lebih mengutamakan perolehan kursi tanpa melalui proses edukasi dan kaderisasi. Pemilu yang dihasilkan masih bersifat elektoral, belum bersifat adu gagasan dan ide perubahan konsep pembangunan.
"Hasil penelitian menunjukkan lebih dari 80% responden dan pandangan para narasumber pakar menyatakan bahwa Partai Golkar sangat mampu dan siap untuk menjalankan fungsi rekrutmen ini. Partai Golkar telah memiliki dan telah berjalan Golkar Institute sebagai sekolah pemerintahan dan kebijakan publik," kata Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR ini.
Hadir dalam Sidang Terbuka Doktor Terapan tersebut, Ketua MPR Bambang Soesatyo dan unsur pimpinan MPR lain, Ketua Dewan Kehormatan DPP Golkar Akbar Tanjung, Sekjen Golkar Lodewijk Friederick Paulus, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, Ketua Golkar Institute TB Ace Hasan Syadzily, politikus senior Golkar Theo L Sambuaga, Anggota DPR dari Fraksi Golkar Dave Akbarshah Fikarno dan Nurul Arifin.
"Selama era Reformasi dari tahun 1999-2022, fungsi rekrutmen mengalami fluktuasi dan berjalan dengan mekanisme yang berubah-ubah," katanya.
Berdasarkan disertasinya, Agun memaparkan, di awal reformasi masih kental nuansa PDLT (prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela). Namun dalam perkembangan berikutnya terkait dengan perubahan sistem pemilu, Golkar turut pada mekanisme vote getter yang lebih mengutamakan perolehan kursi tanpa melalui proses edukasi dan kaderisasi. Pemilu yang dihasilkan masih bersifat elektoral, belum bersifat adu gagasan dan ide perubahan konsep pembangunan.
"Hasil penelitian menunjukkan lebih dari 80% responden dan pandangan para narasumber pakar menyatakan bahwa Partai Golkar sangat mampu dan siap untuk menjalankan fungsi rekrutmen ini. Partai Golkar telah memiliki dan telah berjalan Golkar Institute sebagai sekolah pemerintahan dan kebijakan publik," kata Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR ini.
Hadir dalam Sidang Terbuka Doktor Terapan tersebut, Ketua MPR Bambang Soesatyo dan unsur pimpinan MPR lain, Ketua Dewan Kehormatan DPP Golkar Akbar Tanjung, Sekjen Golkar Lodewijk Friederick Paulus, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, Ketua Golkar Institute TB Ace Hasan Syadzily, politikus senior Golkar Theo L Sambuaga, Anggota DPR dari Fraksi Golkar Dave Akbarshah Fikarno dan Nurul Arifin.
(abd)
Lihat Juga :