Muktamar Internasional Fikih Peradaban NU Akan Dihadiri 60 Ulama Dunia
Minggu, 05 Februari 2023 - 20:48 WIB
loading...
A
A
A
Tujuan Muktamar Fikih Peradaban
Gus Yahya memiliki harapan besar atas digelarnya Muktamar Internasional Fikih Peradaban di Surabaya, Senin (6/2/2023) besok. Forum ini diharapkan dapat menginisiasi bergulirnya wacana mengenai fikih peradaban dalam konteks global.
"Tujuan dari Muktamar Internasional Fikih Peradaban ini menginisiasi diskursus wacana tentang peradaban seperti apa yang hendak kita inginkan bagi masa depan umat manusia," katanya.
Baca juga: PBNU Akan Gelar Muktamar Internasional Fikih Peradaban, Bahas Piagam PBB
Kiai asal Rembang, Jawa Tengah ini berharap para ulama internasional dapat bersinergi dalam mengupayakan wacana tersebut. Dia melihat, ada kekosongan cukup besar di tengah arus wacana toleransi dan moderasi beragama.
"Kita hendak memulai satu perbincangan satu wacana yang serius di kalangan para ulama ahli fikih tentang bagaimana sebetulnya wawasan peradaban itu dikaitkan dengan nilai syariah yang valid," ujarnya.
Gus Yahya menegaskan Muktamar Fikih Peradaban bukan agenda kecil, tapi raksasa. Sebab, hal tersebut melewati pergulatan yang tidak ringan. Ia memberanikan diri untuk melaksanakannya sebagai proses keilmuan yang valid untuk kebaikan di masa depan.
Gus Yahya memiliki harapan besar atas digelarnya Muktamar Internasional Fikih Peradaban di Surabaya, Senin (6/2/2023) besok. Forum ini diharapkan dapat menginisiasi bergulirnya wacana mengenai fikih peradaban dalam konteks global.
"Tujuan dari Muktamar Internasional Fikih Peradaban ini menginisiasi diskursus wacana tentang peradaban seperti apa yang hendak kita inginkan bagi masa depan umat manusia," katanya.
Baca juga: PBNU Akan Gelar Muktamar Internasional Fikih Peradaban, Bahas Piagam PBB
Kiai asal Rembang, Jawa Tengah ini berharap para ulama internasional dapat bersinergi dalam mengupayakan wacana tersebut. Dia melihat, ada kekosongan cukup besar di tengah arus wacana toleransi dan moderasi beragama.
"Kita hendak memulai satu perbincangan satu wacana yang serius di kalangan para ulama ahli fikih tentang bagaimana sebetulnya wawasan peradaban itu dikaitkan dengan nilai syariah yang valid," ujarnya.
Gus Yahya menegaskan Muktamar Fikih Peradaban bukan agenda kecil, tapi raksasa. Sebab, hal tersebut melewati pergulatan yang tidak ringan. Ia memberanikan diri untuk melaksanakannya sebagai proses keilmuan yang valid untuk kebaikan di masa depan.
Lihat Juga :