MUI Sebut Bom Bunuh Diri di Pakistan Tindakan Pengecut dan Tercela

Rabu, 01 Februari 2023 - 11:23 WIB
loading...
MUI Sebut Bom Bunuh...
Suasana di lokasi kejadian, di Pakistan setelah terjadi bom bunuh diri. Foto/New York Times
A A A
JAKARTA - Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim menanggapi bom bunuh diri yang terjadi di masjid di Pakistan. Diketahui, 61 orang tewas termasuk anggota polisi dan 150 luka-luka akibat ledakan bom bunuh diri yang terjadi Senin (30/1/2023).

Dia menyebut, tidak ada alasan sedikitpun untuk membenarkan tindakan brutal ini. Menurutnya pengebom masjid adalah teroris dan ekstremis dan musuh bersama semua orang.

"Bagi MUI siapa pun pelakunya dan apa pun motifnya, bunuh diri dan sekaligus membunuh dan menyengsarakan orang banyak serta merusak ketenteraman apalagi di tempat ibadah adalah tindakan pengecut dan tercela," kata Sudarnoto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/2/2023).

Dia mengatakan baik MUI dan umat Islam Indonesia memandang bom bunuh diri adalah perbuatan nista dan terkutuk karena tidak saja melanggar ajaran agama. Tetapi juga karena telah menistakan kemanusiaan. "Ini adalah dosa besar," katanya.

Baca juga: Indonesia Kutuk Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Pakistan

Dia pun turut mengucapkan duka dan belasungkawa mendalam kepada semua keluarga korban dan pemerintah Pakistan. Ia mendoakan agar mereka yang wafat saat melakukan ibadah salat dimasukkan dalam surga-Nya sebagai syuhada.

Terakhir dia mengingatkan kepada masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan kelompok teroris dan ekstremis.

"Saya ingin mengingatkan semua orang apa pun agama dan bangsanya agar terus meningkatkan kewaspadaan kemungkinan timbul Dan berkembangnya kelompok teroris dan ekstremis ini. Kelompok ini bisa muncul di mana-mana," tutupnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Islamabad dan Ilusi...
Islamabad dan Ilusi Diplomasi Perang Iran 2026
Pengamat Militer Ungkap...
Pengamat Militer Ungkap Strategi China Bila Perundingan Damai Kedua AS-Iran Gagal
TNI AD Kirim 104 Perwira...
TNI AD Kirim 104 Perwira ke Pakistan, Ikuti Pendidikan Operasi Perang hingga Intelijen
Pakistan Jadi Lokasi...
Pakistan Jadi Lokasi Perundingan Iran-Amerika, Pengamat Militer: Islamabad Miliki Diplomasi Unik
Dubes Iran Ungkap Alasan...
Dubes Iran Ungkap Alasan Pilih Pakistan Jadi Juru Damai Konflik dengan Amerika
Silaturahmi Idulfitri...
Silaturahmi Idulfitri 1447 H, Prabowo Telepon Presiden Palestina hingga MBZ
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Rekomendasi
Kisah Yasin Ayari dan...
Kisah Yasin Ayari dan Gol Perdana Swedia di Piala Dunia Setelah 2.893 Hari
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Polda Metro Jaya Larang...
Polda Metro Jaya Larang Massa Demo Mahasiwa Masuk Jalur VIP Presiden Jerman
Berita Terkini
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Steinmeier Perkuat 75 Tahun Diplomatik Indonesia-Jerman
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved