Pengamat Militer Ungkap Strategi China Bila Perundingan Damai Kedua AS-Iran Gagal

Selasa, 21 April 2026 - 08:38 WIB
loading...
Pengamat Militer Ungkap...
Perundingan damai kedua antara Amerika Serikat-Israel dan Iran di Pakistan gagal. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Perundingan damai kedua antara Amerika Serikat-Israel dan Iran di Pakistan gagal. Kondisi ini akan berdampak pada China sebagai negara yang dekat dengan Teheran.

Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, berdasarkan dinamika geopolitik per April 2026, jika perundingan damai kedua antara AS-Israel dan Iran buntu, China diprediksi bakal mengambil pendekatan "netral aktif" yang lebih tegas, dengan fokus mengamankan kepentingan energinya tanpa terlibat militer langsung.

Menurut Nuning, panggilan akrabnya, ada beberapa langkah yang kemungkinan besar akan diambil China. Antara lain, peningkatan tekanan diplomatik atau mediator di balik layar di mana China akan terus mendorong gencatan senjata melalui jalur diplomasi dua tingkat (Track Two Diplomacy).

Baca juga: Iran: Perundingan dengan AS Gagal karena Tuntutan Amerika Tak Masuk Akal

“Bisa saja menggunakan Pakistan untuk memastikan konflik tidak semakin meluas, karena perang yang berlarut-larut mengganggu stabilitas pasar energi global dan jalur pelayaran di Selat Hormuz,” ujarnya Selasa (21/4/2026).

Selain itu, penguatan kemitraan ekonomi dengan Iran. Menurut Nuning, China sebagai pembeli minyak utama Iran kemungkinan akan memberikan dukungan ekonomi terselubung untuk membantu Iran menstabilkan ekonominya di tengah tekanan militer AS-Israel.

“Mempromosikan narasi alternatif yakni, melawan dominasi Amerika. Jadi Beijing akan menggunakan kebuntuan tersebut untuk memperkuat argumen bahwa intervensi militer AS-Israel adalah akar penyebab ketidakstabilan, sambil memposisikan China sebagai "pembela perdamaian" yang mempromosikan dialog dan solusi pembangunan,” paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
Rekomendasi
Festival Dessert Terbesar...
Festival Dessert Terbesar Siap Maniskan Jakarta selama Tiga Pekan
Gaet Pembeli Muda, Fiat...
Gaet Pembeli Muda, Fiat Siap Hidupkan Lagi Abarth Topolino
Datang Melayat, Bedu...
Datang Melayat, Bedu Ungkap Kenangan Terakhir Bersama Temon
Berita Terkini
Mahfud MD Soroti Pengalihan...
Mahfud MD Soroti Pengalihan Penyidikan Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Banyak yang Terkecoh
Febrie Adriansyah Dicegah...
Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved