Bijak Memproduksi Konten di Media Sosial

Senin, 30 Januari 2023 - 08:28 WIB
loading...
A A A
Namun yang terjadi di NTB ini bukan demikian. Tidak ada unsur inspirasi yang bernilai positif. Tak heran, aksi nenek mengguyur tubuhnya dengan lumpur itu tak lebih sebagai bentuk mengemis. Lebih tepatnya ngemis online. Aksi ini jelas menggerus nilai-nilai kemanusiaan.

Kita bersyukur, meski telah menyebar dan dikonsumsi publik, pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika akhirnya mencabut (take down) konten ngemis online ini lewat Surat Edaran dengan Nomor 2 Tahun 2023 tersebut, tak hanya konten yang mengeksploitasi lansia yang dicabut, namun juga anak, penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya.

Fenomena ngemis online pun sebenarnya menjadi jalan pintas sejumlah orang untuk mendapatkan penghasilan lewat medsos. Tak hanya warga NTB, sejumlah pengungsi di Suriah juga memanfaatkan pernah platform TikTok untuk meminta-minta dengan mengeksploitasi kegetiran nasibnya. Dari cara ini, mereka bisa mengantongi hingga Rp15 juta hanya tempo satu jam. Tentu usaha yang menggiurkan, meski di balik itu ada makelar, kreator dan platform yang juga diindikasi turut melakukan eksploitasi.

Meski sudah ada langkah keras, belum ada jaminan konten-konten bernuansa eksploitatif terhadap kelompok rawan ke depan akan hilang. Selain tidak seragamnya kesadaran dan pengetahuan pembuat konten, konsumen medsos di Indonesia juga sangat besar, bahkan khusus TikTok berada di peringkat kedua di dunia. Artinya, ada banyak kepentingan yang berkelindan di dalamnya.

Situasi ini tentu tidak boleh dianggap aman-aman saja. Sebab efek medsos sangat luar biasa. Karakter medsos yang mudah diakses, cepat menyebar, murah dan interaktif membuat pengelolaan konten membutuhkan tantangan tersendiri. Baik pencipta konten, publik maupun platform harus memiliki semangat yang sama untuk mewujudkan isi yang lebih berkualitas dan bermanfaat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketum Peradi Profesional:...
Ketum Peradi Profesional: Berhenti Jadikan Algoritma sebagai Entitas yang Kebal Hukum
Krisis Nepal dan Wake...
Krisis Nepal dan Wake Up Call untuk Dunia yang Otoriter
Pdt. Risang Tekankan...
Pdt. Risang Tekankan Pentingnya Bangun Resiliensi Lintas Iman lewat Literasi Digital
Ketua Dewan Pers Bicara...
Ketua Dewan Pers Bicara Kekuatan Algoritma: Semua Sudah Masuk Penjajahan Digital
Polisi Siap Selidiki...
Polisi Siap Selidiki Dugaan Keterlibatan Semua Pihak terkait Judi Online
Kemenkominfo Kembali...
Kemenkominfo Kembali Gelar Anugerah Media Humas 2024
Ikuti Langkah Australia,...
Ikuti Langkah Australia, Malaysia Akan Larang Anak-anak Gunakan Media Sosial
Budi Arie Setiadi di...
Budi Arie Setiadi di Pusaran Judi Online
Pemerintah Indonesia...
Pemerintah Indonesia Kaji Aturan Batas Usia Medsos, Bye-Bye TikTok untuk Anak di Bawah Umur?
Rekomendasi
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Berita Terkini
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved