Waspada! BMKG Prakirakan Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Kering
Jum'at, 27 Januari 2023 - 17:15 WIB
loading...
BMKG memprakirakan musim kemarau di tahun 2023 akan lebih kering jika dibandingkan dengan periode tiga tahun terakhir (2020-2022). Foto/ANTARA
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau di tahun 2023 akan lebih kering jika dibandingkan dengan periode tiga tahun terakhir (2020-2022). Apa yang menjadi penyebabnya?
“Kalau tiga tahun terakhir ini saat musim kemarau masih sering terjadi hujan, maka di tahun ini (2023-red), intensitas hujan akan jauh menurun,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat konferensi pers secara virtual, Jumat (27/1/2023). Baca juga: Curah Hujan Diprediksi Turun Sejak Februari, BMKG: Akibat Fenomena La Nina Mendadak Kering
Kondisi kemarau yang lebih kering dibandingkan tiga tahun terakhir ini mengakibatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akan semakin mudah terjadi. Sehingga pencegahan harus dilakukan sejak dini sebagai bentuk antisipasi.
“Kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama daerah-daerah yang selama ini masuk dalam kategori rawan Karhutla seperti di Sumatera dan Kalimantan,” jelasnya.
Dwikorita membeberkan berdasarkan hasil monitoring BMKG, suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur saat ini menunjukkan intensitas La Nina yang terus melemah dengan indeks per Januari 2023 dasarian pertama sebesar -0,80 dan pada dasarian kedua adalah sebesar -0,65.
“Kalau tiga tahun terakhir ini saat musim kemarau masih sering terjadi hujan, maka di tahun ini (2023-red), intensitas hujan akan jauh menurun,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat konferensi pers secara virtual, Jumat (27/1/2023). Baca juga: Curah Hujan Diprediksi Turun Sejak Februari, BMKG: Akibat Fenomena La Nina Mendadak Kering
Kondisi kemarau yang lebih kering dibandingkan tiga tahun terakhir ini mengakibatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akan semakin mudah terjadi. Sehingga pencegahan harus dilakukan sejak dini sebagai bentuk antisipasi.
“Kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama daerah-daerah yang selama ini masuk dalam kategori rawan Karhutla seperti di Sumatera dan Kalimantan,” jelasnya.
Dwikorita membeberkan berdasarkan hasil monitoring BMKG, suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur saat ini menunjukkan intensitas La Nina yang terus melemah dengan indeks per Januari 2023 dasarian pertama sebesar -0,80 dan pada dasarian kedua adalah sebesar -0,65.
Lihat Juga :