Menkes: Protein Hewani Penting untuk Mencegah Stunting pada Anak
Kamis, 26 Januari 2023 - 03:42 WIB
loading...
Menkes Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya pemberian protein hewani untuk mencegah stunting pada anak. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus mengampanyekan pentingnya pemberian protein hewani kepada anak utamanya anak usia di bawah 2 tahun. Sebab, protein hewani mampu mencegah stunting pada anak.
“Setelah bayi berusia 6 bulan harus rajin melakukan pengukuran, karena selain ASI eksklusif juga ada makanan tambahan, kalau kurang protein hewani anaknya bisa stunting. Protein hewani ini seperti susu, telur, ikan dan ayam,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin, Rabu (25/1/2023).
Kampanye ini disampaikan lantaran stunting masih menjadi masalah kesehatan serius yang di hadapi Indonesia. Merujuk data Survei Status Gizi Nasional (SSGI) 2022, prevalensi stunting di Indonesia di angka 21,6%. Jumlah ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 24,4%. Walaupun menurun, angka tersebut masih tinggi, mengingat target prevalensi stunting di 2024 sebesar 14% dan standard WHO di bawah 20%.
Baca juga: Sejarah dan Makna di Balik Tema Hari Gizi Nasional 2023
Budi mengatakan, angka stunting tersebut disebabkan berbagai faktor, salah satunya karena kurangnya asupan penting seperti protein hewani, nabati dan zat besi sejak sebelum sampai setelah kelahiran. Hal ini berdampak pada bayi lahir dengan gizi yang kurang, sehingga anak menjadi stunting.
Lebih lanjut, Menkes menekankan cara tersebut efektif mencegah stunting pada anak karena protein hewani mengandung zat gizi lengkap seperti asam amino, mineral dan vitamin yang penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Baca juga: Jokowi Tekankan Pentingnya Kesiapan Lahir Batin Sebelum Nikah untuk Cegah Stunting
“Setelah bayi berusia 6 bulan harus rajin melakukan pengukuran, karena selain ASI eksklusif juga ada makanan tambahan, kalau kurang protein hewani anaknya bisa stunting. Protein hewani ini seperti susu, telur, ikan dan ayam,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin, Rabu (25/1/2023).
Kampanye ini disampaikan lantaran stunting masih menjadi masalah kesehatan serius yang di hadapi Indonesia. Merujuk data Survei Status Gizi Nasional (SSGI) 2022, prevalensi stunting di Indonesia di angka 21,6%. Jumlah ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 24,4%. Walaupun menurun, angka tersebut masih tinggi, mengingat target prevalensi stunting di 2024 sebesar 14% dan standard WHO di bawah 20%.
Baca juga: Sejarah dan Makna di Balik Tema Hari Gizi Nasional 2023
Budi mengatakan, angka stunting tersebut disebabkan berbagai faktor, salah satunya karena kurangnya asupan penting seperti protein hewani, nabati dan zat besi sejak sebelum sampai setelah kelahiran. Hal ini berdampak pada bayi lahir dengan gizi yang kurang, sehingga anak menjadi stunting.
Lebih lanjut, Menkes menekankan cara tersebut efektif mencegah stunting pada anak karena protein hewani mengandung zat gizi lengkap seperti asam amino, mineral dan vitamin yang penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Baca juga: Jokowi Tekankan Pentingnya Kesiapan Lahir Batin Sebelum Nikah untuk Cegah Stunting
Lihat Juga :