Sejarah dan Makna di Balik Tema Hari Gizi Nasional 2023
Rabu, 25 Januari 2023 - 22:19 WIB
loading...
A
A
A
Sayangnya, asupan protein hewani dalam makanan pendamping sering kali tidak begitu dilirik oleh para ibu. Padahal, terjadi peningkatan risiko stunting hingga 1,8 kali lipat pada anak usia 12-23 bulan.
Protein hewani sangat mampu untuk mencegah terjadinya stunting. Sesuai penelitian, anak yang mengkonsumsi protein hewani secara rutin, telah memenuhi <80% AKP (Angka Kecukupan Protein).
Namun mirisnya, Indonesia dengan potensi sumber daya hewani yang berlimpah, justru menjadi negara dengan konsumsi protein hewani terendah. Berdasarkan data Susenas 2022, rata-rata konsumsi protein per kapita sehari 62.21 gram (di atas standar 57 gram), tetapi konsumsi telur dan susu 3,37 gram, daging 4,79 gram, dan ikan/udang/cumi/kerang 9,58%.
"Peningkatan gizi masyarakat pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dengan protein hewani setiap makan akan mempercepat penurunan stunting," tulis Kemenkes.
Sejarah Hari Gizi Nasional (HGN)
Dalam sejarahnya, upaya perbaikan gizi masyarakat di Indonesia telah dimulai sejak 1950, saat Menteri Kesehatan Dokter J Leimena mengangkat Profesor Poorwo Soedarmo sebagai Kepala Lembaga Makanan Rakyat (LMR). Waktu itu LMR lebih dikenal sebagai Instituut Voor Volksvoeding (IVV), bagian dari Lembaga Penelitian Kesehatan yang dikenal sebagai Lembaga Eijckman. Atas kontribusinya, Poorwo Soedarmo kemudian dikenal sebagai Bapak Gizi Indonesia.
Protein hewani sangat mampu untuk mencegah terjadinya stunting. Sesuai penelitian, anak yang mengkonsumsi protein hewani secara rutin, telah memenuhi <80% AKP (Angka Kecukupan Protein).
Namun mirisnya, Indonesia dengan potensi sumber daya hewani yang berlimpah, justru menjadi negara dengan konsumsi protein hewani terendah. Berdasarkan data Susenas 2022, rata-rata konsumsi protein per kapita sehari 62.21 gram (di atas standar 57 gram), tetapi konsumsi telur dan susu 3,37 gram, daging 4,79 gram, dan ikan/udang/cumi/kerang 9,58%.
"Peningkatan gizi masyarakat pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dengan protein hewani setiap makan akan mempercepat penurunan stunting," tulis Kemenkes.
Sejarah Hari Gizi Nasional (HGN)
Dalam sejarahnya, upaya perbaikan gizi masyarakat di Indonesia telah dimulai sejak 1950, saat Menteri Kesehatan Dokter J Leimena mengangkat Profesor Poorwo Soedarmo sebagai Kepala Lembaga Makanan Rakyat (LMR). Waktu itu LMR lebih dikenal sebagai Instituut Voor Volksvoeding (IVV), bagian dari Lembaga Penelitian Kesehatan yang dikenal sebagai Lembaga Eijckman. Atas kontribusinya, Poorwo Soedarmo kemudian dikenal sebagai Bapak Gizi Indonesia.
Lihat Juga :