Dugaan Keterlibatan Gazalba Saleh Memutuskan Perkara di MA Didalami KPK

Rabu, 25 Januari 2023 - 17:40 WIB
loading...
Dugaan Keterlibatan Gazalba Saleh Memutuskan Perkara di MA Didalami KPK
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pendalaman terhadap dua orang terkait kasus dugaan suap penanganan perkara di MA. Foto/Gedung KPK/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pendalaman terhadap dua orang terkait kasus dugaan suap penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA). Salah satu materi yang didalami dalam dugaan tersebut yakni perihal pengkondisian vonis yang dilakukan oleh Gazalba Saleh .

Dua orang saksi yang diperiksa tersebut ialah, Atmasari Selaku Pegawai BUMN dan Budiman Gandi Suparman.

"Atmasari, saksi, hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan kepemilikan rekening bank dari tersangka GS (Gazalba Saleh)," ujar Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri, Rabu (25/1/2023).

Baca juga: Intip Kekayaan Hakim Agung Gazalba Saleh, Segini Besarannya!

Budiman Gandi sendiri digali informasinya terkait pemalsuan dokumen yang melibatkan Budiman. Selain itu, penyidik juga mendalami dugaan isi putusan yang telah dikondisikan oleh Gazalba Saleh.

"Saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait kronologi perkara pidana pemalsuan dengan saksi sebagai pihak terdakwa saat itu. Selain itu, didalami terkait dugaan isi putusan yang dikondisikan Tersangka GS," katanya.

Baca juga: Dokumen Administrasi Kepegawaian Hakim Agung Gazalba Saleh Disita KPK

Sebelumnya diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Hariyadi, menolak permohonan praperadilan yang diajukan oleh tersangka Hakim Agung, Gazalba Saleh dalam kasus suap penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA). Dengan demikian, hakim memenangkan nota keberatan dari KPK.

"Mengadili dalam eksepsi, mengabulkan eksepsi Termohon tersebut. Dalam pokok perkara, menyatakan permohonan praperadilan pemohon tidak dapat diterima," ujar hakim Hariyadi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2023).
(maf)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2346 seconds (10.101#12.26)