Al-Qur'an Dibakar di Swedia, Kemenag Minta Masyarakat Tak Terprovokasi
Rabu, 25 Januari 2023 - 07:18 WIB
loading...
Rasmus Paludan, pemimpin Partai Stram Kurs yang membakar Al-Quran di depan Kedubes Turki di Swedia. Foto/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Aksi pembakaran Al-Qur’an oleh seorang ekstremis sayap kanan Swedia-Denmark di depan Kedutaan Besar Turki di Stockholm, Swedia, Sabtu (21/1/2023) memicu protes umat Islam seantero dunia. Namun Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin meminta masyarakat tidak terprovokasi dan terbawa emosi.
Dia memandang membakar kitab suci tak dapat dibenarkan dalam alasan apa pun. Terlebih baik pelaku yang notabene orang berpendidikan.
"Apapun alasannya perbuatan itu tidak bisa dibenarkan, dan sangat memalukan apalagi dilakukan oleh orang berpendidikan," kata Kamaruddin, Selasa (24/1/2023).
Baca juga: Fakta Rasmus Paludan, Pelaku Pembakar Alquran Asal Swedia
Dia menyampaikan pembakaran itu menunjukkan bahwa Eropa masih kental akan populisme. Diketahui populisme merupakan metode pendekatan politik yang bertujuan untuk menarik suara dukungan dari masyarakat.
Walaupun begitu ia meminta kepada masyarakat untuk tak menanggapinya secara berlebihan. "Ini menunjukkan bahwa populisme di Eropa masih ada. Namun demikian, kita tidak perlu menanggapinya berlebihan dan tidak terprovokasi," katanya
Dikutip dari kantor berita Turki Anadolu, Rasmus Paludan, pemimpin Partai Stram Kurs (Garis Keras) membakar mushaf Al-Qur’an atas izin pemerintah dan perlindungan polisi.
Dia memandang membakar kitab suci tak dapat dibenarkan dalam alasan apa pun. Terlebih baik pelaku yang notabene orang berpendidikan.
"Apapun alasannya perbuatan itu tidak bisa dibenarkan, dan sangat memalukan apalagi dilakukan oleh orang berpendidikan," kata Kamaruddin, Selasa (24/1/2023).
Baca juga: Fakta Rasmus Paludan, Pelaku Pembakar Alquran Asal Swedia
Dia menyampaikan pembakaran itu menunjukkan bahwa Eropa masih kental akan populisme. Diketahui populisme merupakan metode pendekatan politik yang bertujuan untuk menarik suara dukungan dari masyarakat.
Walaupun begitu ia meminta kepada masyarakat untuk tak menanggapinya secara berlebihan. "Ini menunjukkan bahwa populisme di Eropa masih ada. Namun demikian, kita tidak perlu menanggapinya berlebihan dan tidak terprovokasi," katanya
Dikutip dari kantor berita Turki Anadolu, Rasmus Paludan, pemimpin Partai Stram Kurs (Garis Keras) membakar mushaf Al-Qur’an atas izin pemerintah dan perlindungan polisi.
Lihat Juga :