Fenomena Gempa Susulan, Ini Penjelasan BMKG
Selasa, 24 Januari 2023 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
Daryono pun mengatakan, ada dua penyebab terjadinya gempa susulan. "Jadi, gempa susulan bisa terjadi dalam bentuk dua sebab, pertama memang adanya proses pembalikan mencari keseimbangan agar kondisi tetap stabil seperti sedia kala sebelum gempa sehingga itu proses pembalikan itu menimbulkan rekahan-rekahan atau gerakan yang berupa gempa susulan," jelasnya.
"Tetapi juga ada fenomena masih tersimpannya sisa-sisa tegangan yang belum lepas dan ini kembali lepas. Jadi menurut kami ini satu yang wajar, ketika ada gempa besar pasti ada gempa susulan," ungkap Daryono.
Namun Daryono menegaskan, gempa susulan itu terjadi tidak lepas dari karakteristik batuan pada sumber gempa. "Ini tak lepas dari karakteristik batuan tersebut ya. Jadi kalau batuan sumber gempa itu bersifat brittle atau rapuh maka dia akan memproduksi gempa susulan yang banyak. Nah kalau sifatnya ductile itu meskipun gempanya kekuatan (M) 7 sekalipun itu bisa menghancurkan dan bahkan bisa terjadi tidak ada gempa susulan," tuturnya.
"Jadi ini memang ada fenomena karakteristik bebatuannya itu sangat rapuh sehingga itu banyak sekali setiap pergeseran atau proses kembali ke posisi semula untuk kesetimbangan tektonik itu bisa menggerakkan dan itu berupa gempa-gempa kecil," tutupnya.
"Tetapi juga ada fenomena masih tersimpannya sisa-sisa tegangan yang belum lepas dan ini kembali lepas. Jadi menurut kami ini satu yang wajar, ketika ada gempa besar pasti ada gempa susulan," ungkap Daryono.
Namun Daryono menegaskan, gempa susulan itu terjadi tidak lepas dari karakteristik batuan pada sumber gempa. "Ini tak lepas dari karakteristik batuan tersebut ya. Jadi kalau batuan sumber gempa itu bersifat brittle atau rapuh maka dia akan memproduksi gempa susulan yang banyak. Nah kalau sifatnya ductile itu meskipun gempanya kekuatan (M) 7 sekalipun itu bisa menghancurkan dan bahkan bisa terjadi tidak ada gempa susulan," tuturnya.
"Jadi ini memang ada fenomena karakteristik bebatuannya itu sangat rapuh sehingga itu banyak sekali setiap pergeseran atau proses kembali ke posisi semula untuk kesetimbangan tektonik itu bisa menggerakkan dan itu berupa gempa-gempa kecil," tutupnya.
(maf)
Lihat Juga :