Prioritas Kodam III Siliwangi Hadapi Tiga Tantangan di 2023

Senin, 23 Januari 2023 - 17:14 WIB
loading...
A A A
Pertama, mengangkat dan melakukan legalisasi terhadap semua potensi dan kreativitas yang sudah dilakukan baik oleh masyarakat ataupun prajurit. Kenapa ini penting? Tahun 2022 kita sudah mendorong ragam inovasi di semua sektor, banyak yang muncul dan memang sangat potensial. Tahun ini, semua harus memiliki kekuatan secara hukum, legalitas, pengakuan negara terhadap hak kekayaan intelektual.

Masyarakat yang sudah mematenkan kekayaan intelektualnya akan memiliki rasa percaya diri kuat dan secara hukum dilindungi. Riuh rendah politik, pertarungan wacana, sebaran hoaks akan bisa diminimalisasi jika masyarakat sudah memiliki rasa percaya diri pada kekuatannya sendiri. Ini berkorelasi dengan tindakan “Aksi Nyata”. Publik akan bisa menegaskan kekuatannya dengan berkata, “Anda boleh bicara apa saja, tapi apa kiprah nyata yang sudah dilakukan?”

Kita melihat bahwa publik punya kemampuan dan banyak inovasi sudah dibuat, mulai dari siasat mengatasi kesulitan energi, pangan, pendidikan, ekonomi, dan sebagainya. Semua potensi itu kita angkat dan fasilitasi.

Kedua, optimalisasi program ketahanan pangan. Ini berlanjut dari program kekayaan intelektual. Sektor pangan akan jadi sangat penting karena ini kebutuhan dasar, sementara resesi global sudah menghadang.

Lahan-lahan terlantar, kritis, atau bermasalah secara sosial dan bahkan hukum, kita coba jembatani. Ajaklah masyarakat untuk percaya diri, kembangkan inovasi, tapi tetap ramah lingkungan. Kretivitas pada level UMKM difasilitasi dan di dorong secara maksimal. Perkuat yang lemah, dan fasilitasi.

Mereka mampu, tapi mereka membutuhkan kehadiran negara di aktivitasnya. TNI yang memandang rakyat adalah basis, harus masuk ke ranah itu. Program “Maung Benahi Lahan” adalah salah satu wujud nyata, kebun jagung adalah konkretnya, dan teknologi terapan sebagai fasilitasnya.

Ketiga, mewujudkan ketahanan energi berbasis masalah. Apa suplai terbesar Jawa Barat yang selama ini tak terkelola dengan baik? Itulah sampah. Laporan opendata dari Pemrov Jawa Barat menyebutkan indeks kulitas air hanya di posisi 43,09. Penyumbang terbesar adalah sampah, dan sumbangan sampah terbesar adalah sampah makanan. Ini problem yang wajar pada daerah dengan populasi besar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Harga Pangan Naik saat...
Harga Pangan Naik saat Sekolah Dimulai dan MBG Bergulir Lagi, Ekonom: Sinyal Positif bagi Ekonomi Rakyat
Pimpin Panen Raya di...
Pimpin Panen Raya di Malang, Prabowo: Bukti TNI Hadir Perkuat Kemandirian Pangan
Prabowo Apresiasi Panen...
Prabowo Apresiasi Panen Raya Inisiasi TNI Serentak di 43 Titik Seluruh Indonesia
Pertaruhan Tugas Bulog...
Pertaruhan Tugas Bulog saat Stok Beras Jumbo
Komisi IV DPR Sebut...
Komisi IV DPR Sebut PSN Wanam Harus Tetap Jalan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestlé Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
IYSDGS 2026 Dorong Kolaborasi...
IYSDGS 2026 Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Air dan Pangan
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
Rekomendasi
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Perjalanan Kereta Lebih...
Perjalanan Kereta Lebih Tenang, Ada Perlindungan untuk Keterlambatan dan Pembatalan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pimpin Pengembangan Ekosistem SAF di ASEAN
Berita Terkini
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved