Predator Anak Asal Prancis Bunuh Diri, Psikolog: Pastikan Tidak Dibunuh

Selasa, 14 Juli 2020 - 11:35 WIB
loading...
Predator Anak Asal Prancis...
Foto/ilustrasi.pixabay
A A A
JAKARTA - Francois Abello Camille, warga negara Prancis tersangka dugaan pelecehan seksual terhadap 305 anak, tewas bunuh diri. Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel menerangkan bahwa tindakan bunuh diri di kalangan pelaku kekerasan seksual anak memang cukup tinggi, bahkan 180 kali lebih tinggi daripada pada masyarakat umum.

“Ini memberikan pemahaman bahwa aparat penegak hukum perlu memperlakukan pelaku kejahatan serupa dengan pendekatan khusus. Awas, jangan sampai pelaku lainnya-termasuk pelaku warga negara asing (WNA)-melakukan aksi fatal serupa,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada SINDOnews, Selasa (14/7/2020).

(Baca: Jenazah Pelaku Pencabulan 305 Anak di Bawah Umur Jalani Visum di RS Polri)

Francois diduga melakukan eksploitasi secara ekonomi dan seksual kepada anak-anak. Tak tanggung-tanggung, korbannya diduga sebanyak 305 orang.

Dalam situasi seperti itu, Reza mengingatkan pentingnya pemenuhan hak-hak korban kekerasan seksual. Korban eksploitasi berhak memperoleh perlindungan khusus dari negara dan restitusi (ganti rugi) dari pelaku.

“Tapi jika pelaku tidak mampu, misalnya karena meninggal dunia, sejumlah negara memberlakukan kompensasi. Kewajiban membayar ganti rugi dialihkan kepada negara. Ini merupakan bentuk sanksi atas kegagalan negara melindungan warganya (anak-anak),” terang pria kelahiran 1974 itu.

Dia mengutarakan aparat keamanan tidak boleh hanya melihat pelaku eksploitasi seksual sebagai lonely wolf. Sebaliknya, polisi diminta tetap mengusut kemungkinan adanya jaringan internasional dalam kasus predator anak asal Perancis itu. Aparat, kata Reza, harus memastikan Francois tidak dibunuh.

“Dibunuh oleh sindikat internasional tersebut. Jika mereka menggunakan cryptocurrency sebagai alat transaksi kemungkinan penelusurannya tidak mudah. Semoga kepolisian tetap bisa membongkar lebih jauh pergerakan jaringan jahat internasional tersebut,” ujar Reza.

(Baca: Dugaan Pemerkosaan di P2TP2A, DPD Minta Pelaku Dihukum Seumur Hidup)

Desakan senada juga disampaikan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Fahira Idris. Menurut dia polisi perlu mengembangkan pengusutan bukan saja untuk menelusuri sejauh mana eksploitasi telah dilakukan, tapi juga untuk mencari tahu kemungkinan keterlibatan jaringan internasional.

Menurut Fahira, salah satu modus operandi jaringan paedofil internasional adalah memperjualbelikan video pornografi anak. Polisi sendiri sudah menemukan adanya 305 video mesum tersangka yang disimpan dalam laptop.

“Ini menjadi titik awal pengembangan kasus. Berdasarkan pengalaman dari kasus-kasus sebelumnya, predator anak seperti ini mempunyai jaringan internasional. Mereka berpindah dari satu negara ke negara lain untuk mencari mangsa,” ungkapnya, Selasa (14/7/2020).

Senator asal DKI Jakarta itu menilai kasus ini tergolong besar karena jumlah korbannya hingga ratusan anak. Polisi diminta mencari motif pelaku merekam adegan seksual perlu ditelusuri.

“Kepada siapa saja video itu ditransmisikan. Dari ini bisa diketahui jaringan pelaku. Jika dari bukti-bukti ternyata pelaku adalah jaringan paedofil, polisi bisa menguak kasus yang lebih besar. Bahkan, mungkin membantu polisi di negara lain dalam mengungkap kasus sejenis,” pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jampidus Mengaku Tak...
Jampidus Mengaku Tak Paham Nama Dirinya Dikaitkan dengan Isu Blackout
Daftar 13 Lokasi yang...
Daftar 13 Lokasi yang Digeledah Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara dan Asabri
Polri Geledah 13 Lokasi...
Polri Geledah 13 Lokasi Dugaan Korupsi Batu Bara, Istana: Kita Hormati Proses Hukum
Dilaporkan Roy Suryo...
Dilaporkan Roy Suryo ke Polisi, Lechumanan: Saya Kepengin Cepat Diperiksa
Sekjen DPP Propindo...
Sekjen DPP Propindo Dukung Kortas Tipikor-Polda Metro Usut Tiga Kasus Korupsi
Viral Foto Keluarga...
Viral Foto Keluarga Jampidsus Disita Penyidik saat Penggeledahan di Sentul, Ini Kata Polri
Polda Metro Jaya Perketat...
Polda Metro Jaya Perketat Pengamanan untuk Jaga Barang Bukti Kasus Batu Bara hingga Asabri
Geledah Ruko di Cipete...
Geledah Ruko di Cipete Selatan, Polda Metro Jaya Sita Dokumen dan Komputer
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
Rekomendasi
KPK Sita Logam Mulia...
KPK Sita Logam Mulia dan Uang Tunai Miliaran Rupiah di OTT Bupati Sukoharjo
Bahaya Harta : Ketika...
Bahaya Harta : Ketika Kekayaan Membuat Manusia Lalai dan Durhaka
Canangkan Gerakan Indonesia...
Canangkan Gerakan Indonesia Asri di Malang, Dirjen Bina Adwil Ajak Kepala Daerah Bebersih
Berita Terkini
Tok! Bos Blueray John...
Tok! Bos Blueray John Field Divonis 2 Tahun Penjara Dalam Kasus Suap Bea Cukai
Melayat ke Rumah Duka,...
Melayat ke Rumah Duka, Jokowi Kenang Rachmat Gobel sebagai Pribadi yang Baik dan Pekerja Keras
Harlah ke-28, PKB Canangkan...
Harlah ke-28, PKB Canangkan Gerakan Tanam Sejuta Pohon Nasional
Rumah Jampidsus Febrie...
Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul Ternyata Tak Tercatat di LHKPN
6 Pernyataan Jampidsus...
6 Pernyataan Jampidsus setelah Polri Usut 3 Kasus Dugaan Korupsi
Polri Sita Uang Rp476...
Polri Sita Uang Rp476 Miliar dari Rumah di Sentul, Jampidsus: Dapat Dipertanggungjawabkan
Infografis
6 Tentara Israel Bunuh...
6 Tentara Israel Bunuh Diri, Ribuan Lainnya Gangguan Jiwa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved