Kepala BIN Beberkan Analisis Intelijen Tahun 2023: Gelap dan Penuh Ketidakpastian
Kamis, 19 Januari 2023 - 21:31 WIB
loading...
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan membeberkan analisis perihal situasi perekonomian di tahun 2023. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan membeberkan analisis perihal situasi perekonomian di tahun 2023. Dia mengambarkan situasi yang gelap dan penuh ketidapastian.
"Foresight (tinjauan masa depan) dari intelijen dunia itu menggambarkan bahwa tahun 2023 sebagai tahun yang gelap dan penuh dengan ketidakpastian. Istilah intelijen disebut dengan winter is coming," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Nasional Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah se-Indonesia di Sentul City, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melalui keterangan resmi, Kamis (19/1/2023). Baca juga: Pariwisata Dihadang Resesi dan Tahun Politik, Sandiaga: Don’t Worry, Bro!
"Ada juga yang menggambarkan bahwa tahun 2023 adalah tahun yang dihantui oleh ancaman resesi dan inflasi. Yang dampaknya akan berpengaruh sampai dengan ke daerah yang mengena dan dirasakan oleh ekonomi rumah tangga di sudut-sudut kota, di kabupaten hingga pelosok-pelosok desa," sambungnya.
Berdasarkan foresight intelijen, analisis big data BIN, dan counterpart intelijen dunia, Budi Gunawan menggambarkan ada beberapa potensi ancaman dan tantangan global pada tahun 2023 yang perlu menjadi perhatian semua pihak.
Yang pertama, perang Rusia dan Ukraina yang diprediksi masih akan berlangsung lama dan diperparah dengan munculnya potensi penggunaan senjata nuklir dalam skala yang terbatas. Perang antara kedua negara tersebut telah mengganggu pasokan energi dan pangan dunia.
Di samping itu, menurut Budi Gunawan, situasi konflik geopolitik China dan Taiwan di Selat Taiwan juga akan semakin memprihatinkan karena akan memengaruhi jalur logistik dunia.
"Foresight (tinjauan masa depan) dari intelijen dunia itu menggambarkan bahwa tahun 2023 sebagai tahun yang gelap dan penuh dengan ketidakpastian. Istilah intelijen disebut dengan winter is coming," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Nasional Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah se-Indonesia di Sentul City, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melalui keterangan resmi, Kamis (19/1/2023). Baca juga: Pariwisata Dihadang Resesi dan Tahun Politik, Sandiaga: Don’t Worry, Bro!
"Ada juga yang menggambarkan bahwa tahun 2023 adalah tahun yang dihantui oleh ancaman resesi dan inflasi. Yang dampaknya akan berpengaruh sampai dengan ke daerah yang mengena dan dirasakan oleh ekonomi rumah tangga di sudut-sudut kota, di kabupaten hingga pelosok-pelosok desa," sambungnya.
Berdasarkan foresight intelijen, analisis big data BIN, dan counterpart intelijen dunia, Budi Gunawan menggambarkan ada beberapa potensi ancaman dan tantangan global pada tahun 2023 yang perlu menjadi perhatian semua pihak.
Yang pertama, perang Rusia dan Ukraina yang diprediksi masih akan berlangsung lama dan diperparah dengan munculnya potensi penggunaan senjata nuklir dalam skala yang terbatas. Perang antara kedua negara tersebut telah mengganggu pasokan energi dan pangan dunia.
Di samping itu, menurut Budi Gunawan, situasi konflik geopolitik China dan Taiwan di Selat Taiwan juga akan semakin memprihatinkan karena akan memengaruhi jalur logistik dunia.
Lihat Juga :