Hari Pertama Sekolah, Kemendikbud Diminta Pastikan KBM Berlangsung Lancar
Senin, 13 Juli 2020 - 06:53 WIB
Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda. Foto: SINDOnews/Dok
JAKARTA - Pelaksanaan hari pertama sekolah tahun ajaran baru 2020/2021 di masa pandemi corona (Covid-19) bakal menghadapi sejumlah tantangan berat. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diminta memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di seluruh wilayah Indonesia bisa berjalan lancar.
“Sebagian besar pelaksanaan KBM di hari pertama tahun ajaran baru 2020/2021 bakal dilaksanakan dengan system pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hanya sebagian kecil sekolah di zona-zona hijau yang mengadakan sistem pembelajaran tatap muka. Kondisi ini bakal menyulitkan jika tidak dipersiapkan secara matang,” ujar Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, Senin (13/7/2020).
Dia menjelaskan, berdasarkan evaluasi pelaksanaan PJJ di tahun ajaran 2019/2020, diketahui banyak sekali permasalahan terjadi. Mulai dari kurikulum yang padat konten, jaringan internet yang tidak merata, mahalnya biaya kuota, hingga kebingunan guru dalam menerapkan metode paling efektif selama PJJ. (Baca juga: Suasana Baru Tahun Ajaran Baru)
“Kita berharap permasalahan yang terjadi selama PJJ di tahun ajaran sebelumnya bisa diantisipasi agar tidak kembali terjadi. Harusnya dengan pengalaman yang ada Kemendikbud dan Dinas Pendidikan di seluruh Indonesia telah mempunyai strategi penerapan PJJ yang lebih efektif di tahun ajaran baru ini,” katanya.
“Sebagian besar pelaksanaan KBM di hari pertama tahun ajaran baru 2020/2021 bakal dilaksanakan dengan system pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hanya sebagian kecil sekolah di zona-zona hijau yang mengadakan sistem pembelajaran tatap muka. Kondisi ini bakal menyulitkan jika tidak dipersiapkan secara matang,” ujar Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, Senin (13/7/2020).
Dia menjelaskan, berdasarkan evaluasi pelaksanaan PJJ di tahun ajaran 2019/2020, diketahui banyak sekali permasalahan terjadi. Mulai dari kurikulum yang padat konten, jaringan internet yang tidak merata, mahalnya biaya kuota, hingga kebingunan guru dalam menerapkan metode paling efektif selama PJJ. (Baca juga: Suasana Baru Tahun Ajaran Baru)
“Kita berharap permasalahan yang terjadi selama PJJ di tahun ajaran sebelumnya bisa diantisipasi agar tidak kembali terjadi. Harusnya dengan pengalaman yang ada Kemendikbud dan Dinas Pendidikan di seluruh Indonesia telah mempunyai strategi penerapan PJJ yang lebih efektif di tahun ajaran baru ini,” katanya.
Lihat Juga :