Marsekal TNI AU yang Memiliki Brevet Denjaka, Nomor 2 Eks Panglima TNI
Jum'at, 30 Desember 2022 - 06:16 WIB
Setelah bertugas selama tujuh tahun, Hadi kemudian digeser menjadi Kepala Seksi Latihan Skadron 4 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh. Selanjutnya menjadi Komandan Flight Ops "A" Flightlat Skuadron Udara 32 Wing 2 Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh dan Komandan Flight Skadron Pendidikan 101 Pangkalan Udara Adi Soemarmo.
Kariernya terus meningkat, Hadi diangkat menjadi Danlanud Adi Soemarmo pada 2010-2011 ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai Wali Kota Solo. Selanjutnya, Hadi dipercaya menduduki jabatan sebagai Perwira Menengah Sekretaris Militer Kementerian Sekretaris Negara (Kemensetneg).
Selain itu, Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional hingga Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) yang merupakan jabatan Perwira Tinggi (Pati) bintang satu Marsekal Pertama (Marsma).
Bisa dikatakan, karier militer pria yang kini menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang ATR/Bappenas ini cukup cemerlang. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur 8 November 1963 ini kemudian dipercaya mengemban amanah sebagai Danlanud Abdul Rachman Saleh.
Kedekatannya dengan Presiden Jokowi sejak di Solo membuat Hadi dipercaya menjadi Sekretariat Militer Presiden (Sesmilpres) pada 2015–2016. Setelah setahun menjabat, Hadi kemudian diangkat menjadi Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Hadi akhirnya diangkat menjadi orang nomor di TNI Angkatan Udara setelah diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) selama setahun. Puncaknya, Hadi diangkat menjadi Panglima TNI ke-20 menggantikan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo yang memasuki masa purnatugas.
Di bidang akademisi, Hadi juga sosok Pati TNI AU yang cerdas. Berbagai pendidikan militer seperti Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau), Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pun dilalui dengan baik.
Kariernya terus meningkat, Hadi diangkat menjadi Danlanud Adi Soemarmo pada 2010-2011 ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai Wali Kota Solo. Selanjutnya, Hadi dipercaya menduduki jabatan sebagai Perwira Menengah Sekretaris Militer Kementerian Sekretaris Negara (Kemensetneg).
Selain itu, Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional hingga Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) yang merupakan jabatan Perwira Tinggi (Pati) bintang satu Marsekal Pertama (Marsma).
Bisa dikatakan, karier militer pria yang kini menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang ATR/Bappenas ini cukup cemerlang. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur 8 November 1963 ini kemudian dipercaya mengemban amanah sebagai Danlanud Abdul Rachman Saleh.
Kedekatannya dengan Presiden Jokowi sejak di Solo membuat Hadi dipercaya menjadi Sekretariat Militer Presiden (Sesmilpres) pada 2015–2016. Setelah setahun menjabat, Hadi kemudian diangkat menjadi Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Hadi akhirnya diangkat menjadi orang nomor di TNI Angkatan Udara setelah diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) selama setahun. Puncaknya, Hadi diangkat menjadi Panglima TNI ke-20 menggantikan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo yang memasuki masa purnatugas.
Di bidang akademisi, Hadi juga sosok Pati TNI AU yang cerdas. Berbagai pendidikan militer seperti Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau), Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pun dilalui dengan baik.
(cip)
Lihat Juga :