Jokowi Beri Sinyal Reshuffle, Pengamat Beberkan Dampak Politik Depak Nasdem
Senin, 26 Desember 2022 - 10:51 WIB
Pengamat Politik Universitas Esa Unggul Jakarta M Jamiluddin Ritonga mengatakan Presiden Jokowi akan mendepak menteri dari dari Nasdem seyogianya ada dasar yang rasional. Foto/Setneg
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi sinyal akan melakukan kocok ulang atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju. Sinyal itu disampaikannya merespons hasil survei Charta Politika yang menyatakan 61% responden setuju ada reshuffle kabinet. Dan karena tidak adanya alasan rasional, reshuffle kali ini dinilai untuk mendepak Partai Nasdem.
Menanggapi hal ini, Pengamat Politik Universitas Esa Unggul Jakarta M Jamiluddin Ritonga melihat ada dua persoalan terkait sinyal reshuffle kabinet yang disampaikan Jokowi. Pertama, masyarakat biasanya setuju ada reshuffle jika kinerja kabinet rendah. Baca juga: Elite PKB Dengar Isu Banyak Menteri yang Akan Di-reshuffle Jokowi
"Indikasi itu akan terlihat dari ketidakpuasan masyarakat pada kenerja kabinet. Namun indikasi tersebut tidak terlihat dari hasil survei Charta Politika. Hasil surveinya justru 72,9% responden menyatakan puas terhadap Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin," ujar Jamil kepada wartawan, Senin (26/12/2022).
Karena itu, menurut Jamil, menjadi aneh kalau masyarakat setuju ada reshuffle kabinet sementara mereka puas terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Sehingga, data hasil survei ini terkesan tidak konsisten.
Menanggapi hal ini, Pengamat Politik Universitas Esa Unggul Jakarta M Jamiluddin Ritonga melihat ada dua persoalan terkait sinyal reshuffle kabinet yang disampaikan Jokowi. Pertama, masyarakat biasanya setuju ada reshuffle jika kinerja kabinet rendah. Baca juga: Elite PKB Dengar Isu Banyak Menteri yang Akan Di-reshuffle Jokowi
"Indikasi itu akan terlihat dari ketidakpuasan masyarakat pada kenerja kabinet. Namun indikasi tersebut tidak terlihat dari hasil survei Charta Politika. Hasil surveinya justru 72,9% responden menyatakan puas terhadap Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin," ujar Jamil kepada wartawan, Senin (26/12/2022).
Karena itu, menurut Jamil, menjadi aneh kalau masyarakat setuju ada reshuffle kabinet sementara mereka puas terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Sehingga, data hasil survei ini terkesan tidak konsisten.
Lihat Juga :