Bila Tak Dikapitalisasi, Kemendikbud Tidak Salah Gunakan Merdeka Belajar

Sabtu, 11 Juli 2020 - 04:10 WIB
Menurut dia, substansi Merdeka Belajar adalah pendidikan yang memberikan kebebasan pada anak untuk belajar sesuai minat dan bakat. Sekolah dianggap sebagai suatu taman. (Baca juga: PUBG Mobile Rilis Update, Mulai Peta Eksklusif Livik hingga Senjata Baru)

“Jadi anak boleh memilih kegiatan-kegiatan yang mereka sukai. Guru itu lebih pada pamong, jadi hanya ngemong keinginan minat dan bakat siswa. Sampai era 1980-an terasa sekali konsep merdeka belajarnya,” terangnya.

Sebagai informasi, Merdeka Belajar telah didaftarkan sebagai merek dagang PT Sekolah Cikal. Hal itu sudah resmi terdaftar dalam Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual pada 1 Maret 2018.

Namun, istilah Merdeka Belajar mulai ramai setelah ditawarkan Mendikbud Nadiem Makarim menjadi konsep pendidikan di awal kepemimpinannya pada 2019.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!