Pengamat Pertanyakan Motif Bamsoet Terus Wacanakan Penundaan Pemilu
Minggu, 11 Desember 2022 - 10:39 WIB
Apalagi, sambung mantan Dekan FIKOM IISIP ini menjelaskan, amandemen presiden hanya dua periode merupakan amanat reformasi. Karena itu, tugas Bamsoet menjaga amanat reformasi itu agar ia tidak dinilai sebagai penghianat reformasi.
"Jadi, kalau Bamsoet mewacanakan kembali presiden tiga periode, bisa jadi hal itu tidak natural. Ada kekuatan lain yang membuat Bamsoet tergoda mewacanakan yang diharamkan oleh konstitusi," ungkap Jamil.
Karena itu, kata dia, sudah selayaknya posiai Bamsoet sebagai Ketua MPR dievaluasi karwna sudah tidak layak menjadi Ketua MPR yang diamanatkan untuk menjaga konstitusi. Namun, patut juga disyukuri karwna amandemen UUD 1945 tidak terwujud.
"Patut disyukuri motif tersembunyi itu tidak terealisir karena tidak disetujui mayoritas partai politik di Senayan. Beberapa Parpol kemungkinan sudah membaca motif tersembunyi itu sehingga cepat menolak keinginan mengamandemen UUD 1945," tandasnya.
"Jadi, kalau Bamsoet mewacanakan kembali presiden tiga periode, bisa jadi hal itu tidak natural. Ada kekuatan lain yang membuat Bamsoet tergoda mewacanakan yang diharamkan oleh konstitusi," ungkap Jamil.
Karena itu, kata dia, sudah selayaknya posiai Bamsoet sebagai Ketua MPR dievaluasi karwna sudah tidak layak menjadi Ketua MPR yang diamanatkan untuk menjaga konstitusi. Namun, patut juga disyukuri karwna amandemen UUD 1945 tidak terwujud.
"Patut disyukuri motif tersembunyi itu tidak terealisir karena tidak disetujui mayoritas partai politik di Senayan. Beberapa Parpol kemungkinan sudah membaca motif tersembunyi itu sehingga cepat menolak keinginan mengamandemen UUD 1945," tandasnya.
(muh)
Lihat Juga :