Murka Putrinya Digoda, Jenderal Bintang 3 Hajar Brigjen TNI Kepercayaan Istana
Kamis, 08 Desember 2022 - 10:02 WIB
Jika Jasin dikenal sebagai orang yang jujur, tulus dan hemat, Bustanil dianggap sebagai pedagang yang terus bergerak tanpa kenal lelah. "Bustanil bulat montok, ceria dan memanjakan diri sendiri. Ia jenis orang yang memiliki segala kenikmatan hidup," ucap Jenkins.
Bustanil Dihajar
Sebenarnya Jasin berharap Soeharto menjatuhkan sanksi atas ulah Bustanil terhadap putrinya. Insiden di pesawat itu telah dilaporkan ke Istana. Apa daya, Presiden diam. Tidak ada tindakan apa pun terhadap mantan Komandan Kompi III Batalyon III IRMA tersebut.
Sikap diam Pak Harto jelas membuat dada Jasin berkobar. Apalagi ketika jenderal yang menjabat wakil KSAD itu ingin bertemu lagi, Soeharto menolaknya. Amarah Jasin tak dapat ditahan lagi. Suatu hari dia mengundang Bustanil ke rumahnya di Kebayoran Baru, Jakarta.
"Jasin menampar muka dan memukulnya. Bustanil sebagai seorang jenderal bintang satu tidak mencoba mempertahankan diri," kata Jenkins.
Terdapat dua versi terkait pemukulan itu. Seorang jenderal senior di lingkaran Soeharto menyebut Jasin bukan orang yang menghajar Bustanil. Sosok yang memberi pelajaran atas kelakuan tak senonoh Bustanil yakni seorang perwira muda yang diperintah Jasin.
Tapi versi itu dibantah keras Jasin. Tentara jebolan PETA yang memulai karier militer sebagai perwira Staf Daidan I Madiun itu bersikeras dirinya yang membuat babak-belur Bustanil.
Cerita lain muncul dari seorang perwira senior TNI. Dia menyebut Jasin kemungkinan menampar satu atau dua kali Bustanil, namun selanjutnya diteruskan perwira muda.
Bustanil Dihajar
Sebenarnya Jasin berharap Soeharto menjatuhkan sanksi atas ulah Bustanil terhadap putrinya. Insiden di pesawat itu telah dilaporkan ke Istana. Apa daya, Presiden diam. Tidak ada tindakan apa pun terhadap mantan Komandan Kompi III Batalyon III IRMA tersebut.
Sikap diam Pak Harto jelas membuat dada Jasin berkobar. Apalagi ketika jenderal yang menjabat wakil KSAD itu ingin bertemu lagi, Soeharto menolaknya. Amarah Jasin tak dapat ditahan lagi. Suatu hari dia mengundang Bustanil ke rumahnya di Kebayoran Baru, Jakarta.
"Jasin menampar muka dan memukulnya. Bustanil sebagai seorang jenderal bintang satu tidak mencoba mempertahankan diri," kata Jenkins.
Terdapat dua versi terkait pemukulan itu. Seorang jenderal senior di lingkaran Soeharto menyebut Jasin bukan orang yang menghajar Bustanil. Sosok yang memberi pelajaran atas kelakuan tak senonoh Bustanil yakni seorang perwira muda yang diperintah Jasin.
Tapi versi itu dibantah keras Jasin. Tentara jebolan PETA yang memulai karier militer sebagai perwira Staf Daidan I Madiun itu bersikeras dirinya yang membuat babak-belur Bustanil.
Cerita lain muncul dari seorang perwira senior TNI. Dia menyebut Jasin kemungkinan menampar satu atau dua kali Bustanil, namun selanjutnya diteruskan perwira muda.
Lihat Juga :